Sukur Priyanto : Pemangku Kebijakan Harus Cari Strategi Matang Atasi Kemiskinan

24673

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Sejak Tahun 2020 hingga 2021 angka kemiskinan di Bojonegoro mengalami tren kenaikan. Hal ini menarik perhatian Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyarankan para pemangku kebijakan mencari strategi yang matang dalam mengatasinya.

Berdasar data Berita Resmi Statistik (BRS) tentang Profil Kemiskinan Maret 2021 Kabupaten Bojonegoro, angka kemiskinan dari 12.38 persen pada tahun 2019 naik di angka 12.87 persen pada 2020. Kemudian angka kemiskinan kembali naik di Tahun 2021 di kisaran 13.27 persen.

Wakil Ketua I DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto menyarankan, para pemangku kebijakan harus mencari strategi yang matang dalam mengatasi kemiskinan.

“Ini harus disikapi secara arif. Karena kemiskinan yang meningkat ini kan tidak hanya terjadi di Bojonegoro saja ya. Secara nasional akibat pandemi rata-rata kabupaten/ kota kan mengalami peningkatan angka kemiskinan,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (10/03/2022).

Disinggung mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bojonegoro yang tinggi dan kaitannya dengan penanggulangan kemiskinan. Sukur meyakini bahwa DPRD bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memiliki keinginan yang sama dalam menurunkan angka kemiskinan.

Baca Juga :   Panwaskab Siap Kawal Pilkada Tuban

Meski demikian, Sukur menilai apabila kemungkinan ada pilihan program yang ditengarai kurang pas agar dievaluasi kearah yang lebih tepat. Sehingga uang rakyat yang dibelanjakan untuk kepentingan rakyat diharapkan bisa optimum dalam menyejahterakan masyarakat.

“Tentunya besar harapan kami lembaga DPRD bersama Pemkab lebih mawas diri dalam memilih program apa saja yang bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, penduduk Miskin di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur bertambah sebanyak 5.420 atau 5,42 ribu jiwa. Hal itu diketahui dari data Biro Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro yang dirilis melalui Berita Resmi Statistik (BRS) Profil Kemiskinan Maret 2021 Kabupaten Bojonegoro.

Kepala Seksi Statistik BPS Bojonegoro, Kurnia Novi menunjukkan data kemiskinan. Jumlah penduduk miskin – penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan (GK) – di Kabupaten Bojonegoro pada bulan Maret 2021 mencapai 166,52 ribu jiwa. Jumlah ini bertambah sebesar 5,42 ribu jiwa, bila dibandingkan dengan kondisi Maret 2020 yang sebesar 161,10 ribu jiwa atau naik sebesar 3,36 persen.

Baca Juga :   Pertamina EP Cepu Gelar Webinar Media

“Persentase penduduk miskin di Kabupaten Bojonegoro juga mengalami peningkatan dari 12,87 persen pada bulan Maret 2020 menjadi sebesar 13,27 persen pada bulan Maret 2021 atau mengalami peningkatan sebesar 3,11 persen,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *