Kongres BEM PTNU Nusantara VII di Unugiri, Jadi Sarana Pengembangan Diri Mahasiswa

24686

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Kongres VII Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) Nusantara resmi dibuka, Sabtu (12/3/2022). Kongres yang digelar di kampus Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro bertajuk Khidmat Mahasiswa Nahdliyyin Menuju 1 Abad NU untuk Indonesia Bermartabat.

Presiden BEM Unugiri Bojonegoro, M. Rifka Arif Syahrizal mengatakan, Kongres BEM PTNU NUSANTARA VII  digelar selama tiga hari mulai 12 hingga 14 Maret 2022. Kongres ini bisa memunculkan gagasan serta terobosan baru untuk kepengurusan kedepan.

“Kongres ini merupakan kesempatan mahasiswa Nahdlatul Ulama untuk menjadikan BEM PTNU lebih progresif,” kata Syahrizal sapaan akrabnya.

Dia mengatakan, adanya reorganisasi dua tahunan ini merupakan bentuk komitmen untuk menyatukan visi dan misi tokoh-tokoh muda NU. Yakni mempunyai ruang di organisasi mahasiswa dan memberikan kontribusi dan gagasan yang nyata.

“Meski berbeda kampus tapi harus mempunyai satu visi yakni untuk memberikan kontribusi kepada bangsa dan terutama untuk NU,” katanya.

Rektor Unugiri Jauharul Ma’arif, mengatakan adanya kongres ini diharapkan mahasiswa bisa terus berkolaborasi melalui BEM PTNU se Indonesia untuk menciptakan inovasi baru terutama bidang intelektual. Yakni dengan segala macam kegiatan kemahasiswaan.

Baca Juga :   Pertamina Hulu Rokan Buka Beasiswa Prestasi S2 ke Amerika Serikat

“Kongres ini merupakan silaturahim serta untuk memperluas jejaring antar mahasiswa se Indonesia,” katanya.

Dia mengatakan, semakin banyak kegiatan kemahasiswaan yang dilakukan akan menjadi sarana pengembangan bagi mahasiswa di PTNU. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di universitas.

“Maka saya berharap peran mahasiswa sebagai fungsionaris untuk bersama-sama dengan pimpinan perguruan tinggi masing-masing mengadakan kegiatan yang bermuara pada peningkatan kualitas akademik,” katanya.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah yang hadir mengatakan, peran mahasiswa di PTNU sangat penting eksistensi NU terutama dan bangsa Indonesia. Sebab, di zaman serba teknologi diharapkan mahasiswa mampu menjawab segala tantangan.

“Dan kegiatan ini menjadi titik awal BEM PTNU kembali bergerak lebih baik, memberikan terobosan, dan belajar berdemokrasi. Siapa pun pemimpinnya hatus mampu menjadi lebih baik dan inovasi dalam membentuk program kerja,” kata Bupati.

Dia menambahkan, pemimpin juga harus berinovasi, komunikatif dan senantiasa berjejaring untuk kemaslahatan umat terutama para perguruan tinggi. Terutama di perguruan tinggi Nahdlatul Ulama.(jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *