Didukung EMCL, Alas Institute Gelar Fasilitasi Usaha Jaringan Agrowisata

24726

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Aliansi Lingkungan Alam dan Sosial (Alas) Institute menggelar kegiatan fasilitasi usaha jaringan agrowisata yang dipusatkan di sekretariat setempat, Jalan Panglima Polim 73 Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (17/03/2022).

Acara tersebut dihadiri sebanyak 20 orang, meliputi narasumber dari KWT Bogo, Anggota DPRD Bojonegoro, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, Penanggung Jawa (PJ) Program ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), serta Tim Agrowisata dari Desa Gayam, Sudu, dan Brabowan Kecamatan Gayam.

Manager Program Alas Institute, Arul Efansyah dalam paparannya mengatakan, fasilitasi usaha jaringan agrowisata ini dilatar belakangi oleh dukungan EMCL terhadap pengembangan ruang terbuka hijau (RTH) di Bojonegoro. Dimana terdapat sembilan desa di Kecamatan Gayam menerima manfaat dari program tersebut.

Dalam melaksanakan program, kata Arul, EMCL menggandeng Alas Institute. Tercatat sebanyak 14.300 pohon telah ditanam. Tak hanya pepohonan saja, melainkan juga berbagai tanaman penghasil buah. Yaitu kelengkeng, srikaya, jambu, kelor dan lain sebagainya. Berkenaan hal ini, Arul menilai para pengelola agrowisata bisa melihat peluang usaha yang cocok dikembangkan di lokasi agrowisata.

Baca Juga :   Energi di Tengah Pandemi

“Tujuan kegiatan ini adalah demi terciptanya kawasan berbasis agrowisata yang dikelola dengan lebih baik dan ideal,” katanya.

Selanjutnya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Dony Bayu Setiawan menjelaskan, tentang rencana Pemkab Bojonegoro dalam pengembangan RTH melalui pembahasan pembaharuan perda RTH dan pengembangan ekonomi desa.

Sedangkan PJ EMCL, Slamet Rijadi, menyampaikan tentang tujuan PPM SKK Migas-EMCL sebagai bentuk suport terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat yang bersinergi dengan Program Pemkab Bojonegoro khususnya yang berkaitan dengan RTH.

Kegiatan Alas Institute ini mendapat apresiasi dari Pejabat Fungsional Penguji Mutu Barang Disdagkop UM, Anton Budi Saronto. Karena dinilai mampu menjembatani para pengelola agrowisata dengan para Stakeholder. Sehingga lebih banyak pelaku UMKM yang bisa mendapat fasilitasi.

“Salah satu fasilitasi yakni kami ada kerja sama atau MoU dengan swalayan yang ada di Bojonegoro, agar produk UMKM lokal diterima,” tutupnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *