Ketua PCNU Bojonegoro : Kami Bersikap Terbuka dengan Siapapun

24739

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC-NU) Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan bahwa pihaknya bersikap terbuka kepada siapapun yang mendekat dengan NU. Sebaliknya, tidak pernah ada arahan agar warga nahdliyin mendekati pihak tertentu.

Ketua PCNU Bojonegoro, dr. Kholid Ubed mengatakan, bahwa NU adalah organisasi yang ikut mencerdaskan bangsa, memikirkan bangsa, menjaga akhlaqul karimah, ikut menjaga akidah ahlus sunnah wal jamaah an-nahdliyah, dan segala bidang demi kemajuan bangsa maka otomatis NU merupakan aset bangsa.

“Artinya siapapun yang berkontribusi dalam tanda petik disegala bidang bersama dengan kami ya itulah yang dekat dengan kami,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com di kantor PCNU Bojonegoro.

dr. Ubed menegaskan, pihaknya tidak pernah mengarahkan warga nahdliyin untuk mendekat ke pihak pihak tertentu. Justru ia balik mempertanyakan siapa yang merasa dekat dengan NU, bukan NU dekat dengan siapa.

“Sejak dulu kami terbuka dengan siapa saja. Kami tidak pernah menjaga jarak dengan siapapun. Jadi kalau ada yang mendekat ke kami ya kami terbuka. Tetapi tidak pernah ada arahan agar warga NU mendekat ke satu pihak tertentu,” tegasnya.

Baca Juga :   Di Sumengko, Incumbent Unggul Sementara

Disinggung mengenai pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya agar NU secara lembaga tidak membuat gestur yang mendukung salah satu partai politik. dr Ubed menandaskan, bahwa selama ini sikap lembaga NU di Bojonegoro telah sesuai yang dimaksud oleh Gus Yahya.

“Apa yang dimaksud Gus Yahya itu, selama ini PC NU di Bojonegoro sudah melakukan itu. Tidak ada arahan ke parpol tertentu,” tandasnya.

Menghadapi dinamika politik yang semakin meningkat berkenaan dengan waktu pelaksanaan kontestasi yang makin dekat, dokter spesialis penyakit dalam itu berpesan, warga NU bisa bersikap cerdas dan bersatu. Ibarat batang lidi yang diikat menjadi kuat, sehingga bisa bernilai dan bermanfaat

“Kalau bercerai kita akan mudah rapuh. Oleh karena itu saya meminta warga NU bersatu. Soal arus politik tentu berkaitan dengan kearifan lokal. Siapa yang memperjuangkan NU secara umum, apakah dari pihak A, B dan C silakan. Tapi tidak ada kami mengarahkan ke satu pihak tertentu,” pungkasnya.(fin)

Baca Juga :   6 Penghayat Kepercayaan di Blora Ubah Data Kependudukan

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *