PPSDM Migas Buka Pelatihan Basic Sea Survival

24759

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Blora – Industri minyak dan gas bumi (Migas) selain berada di daratan atau disebut onshore juga berada di wilayah lautan atau offshore. Pekerja yang berada di wilayah offshore harus menghadapi resiko yang lebih berat karena mereka berada ada di tengah lautan. Salah satu pelatihan yang wajib mereka lakukan sebelum bekerja di offshore adalah pelatihan Basic Sea Survival (BSS).

Pusat pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) telah membuka pelatihan BBS dan HUET (Helicopter Under Water Esacape Training) pada Selasa (15/03/22) untuk Aparatur Sipil Negara di internalnya. Pelatihan yang diikuti oleh 20 orang peserta ini dilaksanakan di Gedung BSS milik PPSDM Migas selama tiga hari.

Koordinator Sarana Teknik Migas, Yoeswono menegaskan pelatiha ini sangat penting bagi pekerja industri migas.

“Pelatihan BSS ini adalah salah satu pelatihan yang harus dijalankan oleh pekerja industri migas, terutama yang bekerja di offshore. Karena pekerjaan di tengah laut mempunyai risiko yang lebih tinggi dan juga karena adanya kesadaran tentang keselamatan yang semakin tinggi sehingga pelatihan ini telah menjadi syarat minimal untuk bekerja di offshore di samping tentu saja terdapat pelatihan lain dengan tingkatan yang lebih advance lagi,” ungkap Gunawan ketika ditemui di kantornya pada Jumat (18/3/2022).

Baca Juga :   Bahas Pemanfaatan Air Bengawan Solo untuk Industri Migas

Materi yang diberikan pada pelatihan ini antara lain Keselamatan Penerbangan, Peralatan Darurat, Prosedur Darurat, Teknik Evakuasi Mandiri, Teknik Bertahan Hidup di Laut dan juga praktek langsung di kolam BSS untuk memaksimalkan skill yang dimiliki oleh peserta.(adv/suko)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *