Ratusan Warga Bojonegoro Antre untuk Dapatkan Minyak Goreng Curah

24757

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Sebanyak 290 warga Bojonegoro, Jawa Timur mengantre untuk mendapatkan minyak curah di Pasar Wisata, Rabu (23/3/2022). Sekitar 17.010 liter minyak  didistribusikan. Setiap warga yang antre mendapatkan jatah 20 liter minyak curah.

Pantauan suarabanyuurip.com warga antre dengan membawa jeriken berukuran kecil hingga besar yang ditata di halaman pasar. Sementara, sebagian warga duduk di dalam pasar menunggu kedatangan minyak.

Berdasarkan data yang diperoleh, distribusi minyak curah ini dibagi di dua lokasi yakni Pasar Banjarjo dan Pasar Wisata dengan total 17.010 liter minyak. Rinciannya di Pasar Banjarjo 7.200 liter dan Pasar Wisata 9.810 liter, sementara setiap warga hanya mendapatkan jatah 20 liter minyak curah.

Kepala Pasar Wisata Kabupaten Bojonegoro Nur Cholish Majid mengatakan, distribusi minyak curah ini digelar pemerintah provinsi dengan distributor Rajawali Nusindo. Sesuai yang didistribusikan sekitar 9.810 liter minyak.

“Per KTP mendapatkan jatah 20 liter minyak. Dan yang mendapatkan minyak ini masyarakat umum atau pedagang gorengan,” katanya.

Baca Juga :   Pemkab Blora Dukung Penerbangan Nam Air di Bandara Ngloram

Salah satu warga Kelurahan Ngrowo Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro Tompo, mengatakan sudah mengantre semenjak pukul 07.30 pagi tadi.

“Sejak pagi tadi di Pasar Wisata menunggu kedatangan minyak curah,” katanya kepada suarabanyuurip.com.

Dia mengatakan, membawa jeriken 15 liter untuk mendapatkan minyak curah. Yakni dengan persyaratan membawa KTP lalu diberikan kartu antrean.

“Saya membawa jeriken 15 liter, kalau warga lainnya ada yang membawa 60 bahkan dua jeriken,” katanya.

Sementara itu warga lainnya Hani mengatakan, sudah mengantre semenjak pukul 08.30 pagi. Ia mengantre minyak curah untuk usaha keripik tempe miliknya.

“Setiap orang yang mengantre mendapatkan jatah minyak 20 liter. Yakni dengan harga Rp 14.000 per liter atau 15.500 per kilogram (kg),” katanya.

Dia mengatakan, sempat kesulitan mendapatkan minyak goreng karena di pasaran langkah. Meski langka, usaha keripik tetap berjalan, akan tetapi harus memperkecil ukuran.

“Ya harus memperkecil ukuran agar tidak rugi,” katanya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *