SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Desa-desa terdampak lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu atau ring satu di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meminta ada perbedaan pemberian Coroprate Social Responsibility (CSR) dengan desa lain. Karena, desa di ring satu terdampak langsung operasi perusahaan migas.
Ketua Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Gayam, Sukono mengatakan jumlah CSR yang diterima desa terdampak operasi perusahaan migas berkurang.
“Berkurangnya CSR tersebut semenjak 2021 yakni Rp 100 juta. Jumlah itu berkurang dibandingkan dengan 2020 lalu,” katanya, Sabtu (2/4/2022).
Dia mengatakan, sementara untuk di 2022 ini masih masih proses pengajuan ke Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro sehingga untuk jumlah CSR yang nantinya akan diterima belum diketahui. Karena sebelumnya, desa bisa mengajukan CSR secara langsung ke ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
“Kini, pengajuan harus melalui Bappeda dulu,” katanya kepada suarabanyuurip.com.
Menurut dia, tidak mempermasalahkan komposisi CSR yang diterima desa karena dengan dana tersebut desa sangat terbantu. Namun, desa terdampak harus lebih diprioritaskan dibandingkan desa di luar ring terdampak.
“Harus dibedakan dengan desa atau kecamatan lain. Karena desa ring satu terdampak secara langsung,” kata Sukono juga Kepala Desa Katur, Kecamatan Gayam itu.
Dia berharap, kedepan desa terdampak lebih diprioritaskan dan diberikan program berkelanjutan. Dan jangan sampai saat perusahaan migas selesai beroperasi desa di ring satu menjadi desa tertinggal.(jk)