SuaraBanyuurip.com -Â Joko Kuncoro
Bojonegoro – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemberdayaan Kinerja Peduli Aset Negara (PKPAN) Bojonegoro, Jawa Timur terus melakukan sosialisasi perhutanan sosial di desa sekitar hutan. Salah satunya, sosialisasi di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, bersama kelompok tani hutan desa setempat.
“Program seperti ini sebenarnya sudah saya harapkan sejak lama. Sejak saya menjadi ketua LMDH. Ini bukti kehadiran dan kepedualian negara terhadap kesejahteraan masyarakat petani hutan, yang berbasis pada lahan hutan,” kata Kardi, Kepala Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro.
Dia mengatakan, hutan yang gundul dan rusak di Desa Kedungsumber sudah terjadi semenjak puluhan tahun lalu dan dikelola oleh warga untuk bertani. Ada sekitar 700 hektare lahan hutan yang dikelola warga setempat.
“Yang mengelola sekitar 400 kepala keluarga,” katanya, Minggu (10/4/2022).
Menurut dia, program perhutanan sosial ini tentu akan bermanfaat bagi masyarakat atau petani sekitar hutan. Di mana lahan hutan yang rusak dan gundul diserahkan pengelolaannya kepada masyatakat.
“Saya yakin, hutan jadi lestari lingkungan hidup kembali baik, karena petani harus menanam kembali pohon yang gundul dan mengelolanya,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Umum LSM PKPAN, Alham M. Ubey, mengatakan, merasa senang dengan pemahaman para kepala desa yang mendukung program perhutanan sosial. Menurutnya, sudah seharusnya para kades peduli terhadap program untuk masyarakat itu.
“Masih banyak, kades yang belum paham. Bahkan ada yang cenderung menolak. Tapi saya bisa memahaminya. Sebab, program ini termasuk baru. Perlu ada sosialisasi dan pencerahan. Karena itu, kami selalu hadir,” kata Alham.(jk)