SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – DPC Projo Bojonegoro menyesalkan aksi mahasiswa di Jakarta yang disusupi kelompok anti demokrasi. Ujung dari adanya penyusupan itu adalah pemukulan pada aktivis demokrasi dan notabene Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando.
Sekertaris Dewan Perwakilan Cabang Projo Bojonegoro Mustakim sangat menyesalkan tindakan keji tersebut. Upaya yang baik dilakukan mahasiswa yang juga sebagai agen perubahan (agen of change) terkotori oleh kepentingan sesaat di bulan Ramadhan. Apa yang disampaikan mahasiswa sudah senada apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo.
Yakni Presiden Joko widodo sudah tidak berkenan dengan usulan usulan untuk melakukan mengubah konstitusi 3 periode, dan tunda Pemilu.
Projo Bojonegoro juga bersikap bahwa Presiden kini lebih konsentrasi dengan penanganan pandemi dan menjaga kebutuhan pokok menjelang lebaran.
“Selamatkan nasib rakyat itu lebih diutamakan oleh pak Presiden. Apalagi dampak perang antara Rusia dan Ukraina, kini mempengaruhi harga kebutuhan pokok, yang dikonsumsi masyarakat. Sayangnya para menteri masih ada yang bermanuver,” terangnya.
Projo mendesak pemerintah pusat maupun daerah segera merumuskan dengan cepat terkait ekonomi dari hulu sampai hilir serta mengevaluasi internal pemerintahan.
“Seyogyanya, Pemerintah fokus mengurus berbagai kesulitan rakyat, termasuk kenaikan harga bahan pokok, dan bukan akrobat politik,” harapnya.
Penanganan covid-19, tambah dia telah menguras anggaran cukup besar dari APBN hingga APBD. Pemerintah perlu melakukan langkah-langkah pemberantasan korupsi dari hulu sampai hilir.
“Jangan sampai ada agenda pribadi dan kelompok yang jauh dari kepentingan rakyat,” pungkasnya.(jk)