SuaraBanyuurip.com – Teguh Budi Utomo
Tuban – Tak berbeda dengan setiap perhelatan dari Nahdliyin yang kental nuansa tradisi bersarung religi lainnya, lantunan Sholawat Nabi dari jamiyah Sholawat Al Karim mengiringi peringatan Nuzulul Qur’an 1443 H, dan Pentasarufan Zakat Kolektif XXII di Desa Cangkring, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jatim.Â
Kegiatan yang dihelat di serambi Masjid Jami’ Baitussalam Al – Karim di desa penghasil pangan itu, tepat disaat Ramadan memasuki malam ke-21, Jumat (22/04/2022). Malam Seribu Bulan yang banyak dirindukan kaum Muslim sebagai Malam Lailatul Qodar.
Pertemuan yang diinisiasi takmir masjid setempat bersama Upzis NU Care – Lazisnu, dari desa dengan luas teritorial 200.037 hektar itu, bertajuk “Merawat Kepedulian†dengan agenda utama selain menjumput Hikmah Nuzuzul Qur’an, adalah dengan pentasarufan zakat kolektif kepada 160 mustahiq. Mereka terdiri dari sembilan anak yatim, empat disabilitas, tujuh guru ngaji, empat tahfidz, dan 136 dhuafa.
Para aktifis NU Ranting Cangkring merintis program Zakat Kolektif, bagian dari program global NU Peduli yang akrab disebut NU Care itu, sejak bulan September 2011. Bentuknya berupa zakat pertanian, dan perdagangan, awal perintisan terkumpul Rp374.312.
Sedangkan pada periode XXII, sebanyak 47 muzakki dari Cangkring secara kolektif terkumpul Rp22.085.000.
“Salah satu hal mendasar yang harus dilakukan adalah bagaimana kita bisa menjaga keistiqomahan dalam berzakat, karena sesungguhnya zakat adalah hak para mustahiq yang dititipkan Alah melalui muzakki,†kata Ketua Takmir Masjid Jami’ Cangkring, KH Afifuddian Aqib, selepas alunan sholawat melirih.
Di hadapan Kepala Desa Cangkring Rispandi yang saat itu hadir bersama perangkat desa, tokoh masyarakat, Ketua MWC NU Plumpang KH Moh Mudzakir, dan pengurus PCNU Tuban Muhtarom, Afifuddian Aqib menambahkan, kegiatan yang dibesut dengan kemasan buka puasa bersama itu, telah jadi agenda tahunan bagi Ranting NU Cangkring.
“Ini tindak lanjut dari amanah yang dititipkan oleh para muzzaki di Upzis NU Care – Lazis NU Desa Cangkring,” papar pengasuh TPQ Al – Falah Cangkring itu.
Selama 11 tahun program berjalan, pemahaman tentang zakat para warga semakin meningkat. Terbukti semakin banyak para masyarakat menitipkan zakatnya di UPZIS NU Care – Lazisnu di Desa Cangkring.
Sedangkan KH Moh Mudzakir lebih mengupas sisi hikmah dari Nuzulul Qur’an. Ia uraikan, salah satu tugas manusia adalah dengan meningkatkan Ilmu pengetahuan melalui membaca, hal itu sesuai dengan ayat yang pertama kali turun.
Salah satu implementasi dari membaca adalah dengan terselenggaranya kegiatan pentasarufan zakat kolektif. Program ini sangat baik, dan harusnya diperbaiki mekanismenya sekaligus dikembangkan.
“Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya lepada Pengurus Ranting NU, dan Upzis Nu Care Lazisnu Cangkring atas upayanya melaksanakan kegiatan zakat kolektif,” pungkas Mudzakir.
Desa Cangkring, menurut Muhtarom yang kala itu mewakili jajaran pengurus PCNU Tuban, merupakan salah satu desa dengan sinergi yang baik antara pemerintah desa, ulama, dan Upzis NU Care Lazis NU. Desa berpenduduk 1.557 jiwa yang masuk kategori berkembang ini, telah mampu berbagi dengan para mustahiq melalui pentasarufan zakat kolektif.
“Menjadi tidak mudah bagi Upzis Lazisnu tanpa adanya dukungan dari pemerintah desa, ulama dan para penerima zakat†tegas alumni IAIN Sunan Ampel Surabaya itu.
Kang Tarom, begitu lelaki ramah mantan aktifis PMII ini akrab disapa, berharap kegiatan pentasarufan zakat kolektif ini mampu menjadi penyemangat bagi Upzis NU Care – Lazisnu di desa lain. Butuh kreatifitas agar bisa membuat program alternatif, selain gerakan koin NU peduli.
“Kepercayaan yang telah terbangun dari masyarakat kepada Lazis NU dan NU Care, harus dirawat dengan kegiatan riil di lapangan dengan transparan dan akuntabel,” tegas aktifis lembaga Non Government Organization (NGO) kondang itu.
Kendati demikian, penggemar berat musik Campursari ini berharap, semoga kegiatan berbagi ini mampu membuat Upzid NU Care – Lazisnu Desa Cangkring makin dipercaya masyarakat. Tentunya kian dipercaya pula dalam menyalurkan Zakat, Infaq, dan shadaqahnya. (tbu)