SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad SampurnoÂ
Blora – Pertamina EP Cepu Zona 11 terus berupaya mewujudkan Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) yang menjadi andalan dalam Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM). PSRLB dinilai lebih tepat sasaran dan tepat guna bagi warga Kabupaten Blora.
Sebelumnya Pertamina sukses merealaisasikan PPM pertanian sehat tersebut di Desa Bajo Kecamatan Kedungtuban. Lalu, program itu diduplikasi untuk direalisasikan di Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban. Dengan program ini, dipercaya mampu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan petani.
Oleh karena itu, Pertamina EP Cepu Zona 11 memberi pelatihan PRSLB bagi warga Desa Sidorejo. Pelatihan ini tidak jauh berbeda dengan pelatihan di Bajo, yakni pengelolaan pertanian organik dan obat herbal.
“Di Bajo, program kita sukses. Ini masuk tahun ke-5. Ini dilakukan duplikasi dengan lokasi di Desa Sidorejo,†ujar Relation Zona 11 Faisal Afif Pratama, Rabu (25/5/2022).
Disampaikan, Jika tujuan di Desa Bajo untuk meningkatkan keekonomian, di Desa Sidorejo lebih ditekankan pada peningkatan gizi dan penanganan stunting. Obat herbal nanti, juga lebih diutamakan aneka jamu untuk anak-anak.
“Untuk mendukung pemerintah dalam program penanggulangan dan penurunan angka stunting,†tambahnya.
Dia menjelaskan, selama ini masyarakat banyak mengkonsumsi beras yang diproduksi menggunakan pupuk kimia. Termasuk penggunaan pestisida. Bahan kimia tersebut masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang dikonsumsi setiap hari.
Dengan pertanian sehat, nantinya bisa membantu mengurangi bahan kimia yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu juga meningkatkan kesehatan masyarakat terutama anak-anak. “Harapannya, program ini bisa sukses dan bisa menjadi percontohan daerah lain,†ungkapnya.
Untuk diketahui, pelatihan dilaksananakan mulai tanggal 25 – 30 Mei 2022. Dibagi 4 hari untuk pelatihan pertanian organik dan 2 hari digunakan untuk pelatihan pembuatan obat-obatan herbal.(ams)