SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Sebanyak 35 sumur produksi dan 2 sumur injeksi di lapangan minyak dan gas bumi (Migas) Sukowati yang terletak di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Dimana sumur Migas yang dikelola Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Zona 11 tersebut kini mengalami penurunan produksi, yaitu tinggal 3.000 barel per hari (Bph).
Hal itu jika dibandingkan dengan produksi minyak pada tahun 2021 yang masih mampu memproduksi sekira 5.340 Bph mengacu data hingga Desember 2021.
Senior Officer Relations and CID Pertamina EP Hulu Indonesia Zona 11, Ahmad Setiadi mengatakan, saat ini lapangan migas Sukowati hanya mampu memproduksi sebanyak 3.000 Bph hingga 4.000 Bph.
Penurunan kapasitas produksi ini dinilai cukup besar. Namun demikian, kondisi ini dianggap sebagai hal yang sudah biasa.
“Jumlah produksi dalam kegiatan eksploitasi energi tak terbarukan memang sudah biasa mengalami penurunan,†katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (16/6/2022).
Dijelaskan, operator ladang migas Sukowati Pertamina EP Zona 11 saat ini hanya fokus untuk mempertahankan jumlah produksi. Agar tidak mengalami penurunan secara drastis.
“Jadi kondisinya fluktuatif sekali tergantung kondisi sumur,†jelasnya.
Untuk diketahui, produksi dari 20 sumur aktif yang berada di Pad A dan Pad B lapangan Migas Sukowati mampu mencapai 5.340 Bph hingga Desember 2021.(fin)