Sebut Fungsi Flaring Tingkatkan Aspek Keamanan Operasi Migas

IMG_20220712_211909

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Usai melakukan sosialisasi di Desa Bandungrejo, kontraktor pelaksana proyek Gas Processing Facility (GPF) Jambaran-Tiung Biru (JTB), PT Rekayasa Industri (Rekind), melanjutkan kegiatan serupa di kantor Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, Selasa (12/07/2022).

Dalam sosialisasi dan silaturahmi menjelang Gas-In, Commissioning Manager Rekind, M. Sholeh menyebutkan, bahwa fungsi flaring dapat meningkatkan aspek keamanan operasi eksploitasi minyak dan gas bumi (Migas).

“Jadi jika flare terus menerus menyala, itu artinya bagus untuk keamanan lingkungan,” kata Commisioning Manager PT Rekind, M. Sholeh, dihadapan Camat Gayam, Kepala Desa (Kades) Gayam, Mojodelik, Sudu, Brabowan, Bonorejo, dan Forkopimca Gayam, serta perwakilan Pertamina EP Cepu di ruang rapat kantor kecamatan setempat.

Dijelaskan, flaring mempunyai sejumlah manfaat dan fungsi. Antara lain, meningkatkan aspek safety (keamanan) dengan mengurangi tekanan berlebih pada fasilitas proses dengan cara dibakar di flare. Dengan adanya nyala api di flare, akan membakar gas sisa, sehingga akan lebih aman dan sesuai baku mutu. Pada saat beroperasi, api flare dipastikan dalam kondisi menyala sebagai indikator keamanan.

Baca Juga :   Mas Teguh Hadiri Haul KH. M. Charish Adnan Ke 24

Sebut Fungsi Flaring Tingkatkan Aspek Keamanan Operasi Migas Commissioning Manager PT Rekind, M. Sholeh, saat memaparkan keamanan Gas-In proyek JTB.

“Dengan begitu, dapat mencegah gas-gas kotor lepas secara tidak terkontrol ke atmosfer yang berpotensi mencemari udara,” jelasnya.

Sementara itu, Enviromental Coordinator PT Rekind, Ilham Akbar, menuturkan, bahwa dampak flare hanya sekira radius 400 meter. Sehingga area terdampak lebih pada sekitar area GPF JTB sendiri. Jikapun ada keluar area project itu sangat kecil.

“Setiap tiga bulan kami juga survei ke sekitar JTB untuk ujian kualitas udara, dan kondisi udara sekitar saat ini sangat baik,” tuturnya.

Apabila saat flaring, Rekind juga bakal melaksanakan patroli di sejumlah titik pantauan sesuai dalam dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) yang dipegang oleh Pertamina EP Cepu. Termasuk melakukan kegiatan monitoring tiga bulan sekali, dan memasang banner berisi edukasi ke desa sekitar.

“Kesiapan kami untuk hal emergency yang tidak diinginkan, juga sudah disiapkan tim medis, tim pemadam kebakaran, tim evakuasi, tim penanganan lingkungan dan sebagainya,” tandas Ilham.

Baca Juga :   Tumpukan Sampah Popok Bayi di Sungai Bengawan Solo Cemari Lingkungan

Site Manager PT Rekind, Zainal Arifin, menambahkan, bahwa alur pengaduan bagi masyarakat juga telah disiapkan aktif 24 jam.

“Layanan pengaduan ini aktif selama 24 jam. Di posko aduan Rekind Clangap 0813-5741-8388,” tambahnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *