Cerita Adib Nurdiyanto Perades Mojodeso Raih Penghargaan Upakarti Nasional

Adib Nurdiyanto warga asal Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur saat menerima penghargaan Upakarti 2022.

Suarabanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Adib Nurdiyanto warga asal Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur berhasil meraih penghargaan Upakarti 2022. Ia memperoleh penghargaan karena dedikasinya melakukan inovasi-inovasi, diantaranya mengolah bunga bougenville menjadi produk minuman.

Perjalanan Adib meraih penghargaan Upakarti tidaklah mudah. Ia telah berkiprah di dunia UKM dan IKM sejak tahun 2017. Bahkan namanya mulai dikenal dengan inovasi produk berupa minuman bunga kemangi dan bougenville di tahun 2018 lalu.

Adib sendiri tidak ingin fokus untuk berkembang dan maju sendiri, ia kemudian turut serta membantu para pelaku UMKM agar ‘naik kelas’. Salah satunya melalui komunitas yang ia dirikan dan dikenal dengan akronim CEC atau Creative Economy Center.

“CEC sebagai wadah pengembangan ekonomi kreatif yang serba gratis bagi pelaku usaha,” kata Adib Nurdiyanto.

Adib Nurdiyanto berhasil mengolah bunga bougenvile menjadi minuman.
© 2023 suarabanyuurip.com/Joko Kuncoro

Awalnya ia tidak mengerti akan adanya penghargaan Upakarti dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia yang diterimanya 19 Desember lalu. Hingga suatu hari ada informasi dari Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro. Dengan waktu yang sangat singkat, semua berkas yang dibutuhkan untuk mendaftar seleksi penghargaan telah terpenuhi.

Baca Juga :   Belajar Otodidak, Yudha Adi Prabowo Sukses Tekuni Bisnis Membuat Gitar

“Tidak ada kesulitan dalam menyiapkan semua berkas, karena semua dokumentasi kegiatan memang selalu di arsip dengan baik oleh admin CEC,” kata pria juga menjabat sebagai Perangkat Desa Mojodeso ini.

Ada tiga poin penting yang membuat Adib berhasil lolos meraih penghargaan Upakarti. Pertama inovasi produk berupa minuman bunga bougenville dan cat hasil daur ulang limbah batik. Kedua, kegiatan yang dilakukan memang murni membantu pelaku usaha kecil dengan bukti kegiatan CEC yang bersifat gratis.

“Ketiga, telah melakukan pembinaan di berbagai kalangan mulai pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum,” imbuhnya.

Perlu diketahui, terdapat 6 penerima Upakarti di bidang Pengabdian dan 4 penerima upakarti di bidang kepeloporan. Bahkan hingga saat ini, pihaknya masih menanti agenda berikutnya, yaitu menerima Piala Upakarti secara langsung di Istana Negara oleh Presiden Republik Indonesia.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *