SKK Migas Jabanusa Berharap Industri Besar di Jatim Beralih Gunakan Gas

Kepala SKK Migas Jabanusa, Nurwahidi.

Suarabanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (SKK Migas Jabanusa) berharap agar industri besar di wilayah Jawa Timur (Jatim) lebih banyak yang beralih menggunakan gas. Ini karena kebanyakan dari mereka masih menggunakan batubara dan minyak.

Kepala SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Nurwahidi mengatakan, hal itu merupakan tantangan besar. Sebab produksi gas di Jatim belum sepenuhnya terserap oleh dunia industri. Sejauh ini gas sudah terserap oleh PLN, PKG, dan PGN. Namun dia berharap agar lebih banyak lagi industri di Jatim dan Jateng yang menggunakan gas.

“Karena masih banyak industri yang menggunakan batubara dan minyak. Padahal harga gas lebih murah antar 30% sampai 40 % dari harga minyak. Kalau dibandingkan batubara gas memang relatif lebih mahal. Tetapi gas lebih bersih,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Jumat (14/07/2023).

Pria yang akrab disapa Pak Nur ini menilai, industri seperti terkaget dan belum siap untuk menggunakan gas dalam proses produksinya. Untuk itu dia juga berharap supaya rekan-rekan media ikut mengabarkan bahwa produksi gas sekarang ini sangat besar, agar industri mengetahui dan mau beralih ke gas.

Baca Juga :   JOB P-PEJ Lakukan Reaktifasi Empat Sumur Pad A

Sebetulnya, SKK Migas mengaku juga telah gencar melakukan sosialisasi sejak tahun kemarin. Untuk tahun ini, sudah ada dua agenda besar yang telah dilakukan SKK Migas Jabanusa untuk mempertemukan KKS dengan industri potensial.

“Agenda itu ialah Forum Kapnas 2023. Ini telah kami lakukan pada bulan Mei 2023 untuk mempertemukan mereka. Dan di tanggal 3 Juli 2023 kemarin SKK Migas juga telah melaksanakan forum Workshop yang mempertemukan industri hulu migas dengan industri potensial,” ujarnya.

Nurwahidi beralasan, karena dia melihat potensi industri pengguna gas di Jatim masih sangat besar. Animo mereka cukup tinggi. Beberapa industri pengguna gas yang potensinya besar diantaranya adalah industri kaca, industri keramik, dan smelter.

“Serta banyak sekali industri lain yang juga potensial tetapi memang tidak sebesar industri tersebut. Saat ini kita masih terus memetakan calon pembeli gas potensial di Jatim,” imbuhnya.

Maka dengan gencarnya sosialisasi diharapkan komposisi penyerapan gas industri yang saat ini masih mencapai sekitar 20 persen lebih bakal naik signifikan.

Baca Juga :   SKK Migas Komitmen Pertahankan Sertifikasi Manajemen Anti Penyuapan

“Harapan kami industri bisa mengambil 25 persen dari potensi gas yang belum terserap sehingga komposisi penyerapan gas industri bisa mencapai seperti PLN,” ucapnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *