SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Sebanyak 415 karateka atau praktisi cabang olahraga (cabor) karate dari empat perguruan berlaga adu kemampuan bela diri dalam Kejuaraan Open Karate Campionship Bupati Cup 2023. Mereka bakal berkompetisi dalam nomor ‘kata’ (jurus karate perseorangan) dan ‘kumite’ (tanding antara dua orang).
Pertandingan yang digelar di Gedung Olahraga Dabonsia Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ini dilangsungkan pada Sabtu 12 Agustus 2023 untuk nomor kata, dan Minggu, 13 Agustus 2023 untuk nomor kumite.
Ketua Panitia Kejuaraan Karate Open Championsip Bupati Cup 2023, Muhammad Bayu Kurnia, M.Pd. mengatakan, bahwa kegiatan itu diikuti oleh 415 peserta terbagi dalam 20 nomor pertandingan. Rinciannya, sebanyak 133 peserta usia pelajar Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) ambil bagian dalam turnamen ini.
Selain itu juga diikuti oleh 144 pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (Mts), dan 138 pelajar sederajat Sekolah Menangah Atas (SMA)/ Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah (MA).

“Harapannya, kejuaraan Bupati Cup ini menjadi embrio kejuaraan karate open di Bojonegoro yang lebih besar lagi,” kata Muhammad Bayu Kurnia kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (12/08/2023).
Pria yang juga seorang pendidik di SDN Babad 3, Kecamatan Kedungadem ini menambahkan, 415 atlet karate tersebut berasal atau tergabung dari 4 perguruan karate yang ada di Bojonegoro. Yaitu Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari), Institut Karate-Do Nasional (Inkanas), Institut Karate-Do Indonesia (Inkai) dan Institut Karate-Di (Inkado).
Kejuaraan ini dia katakan sekaligus juga sebagai ajang pencarian bakat. Karena sebentar lagi akan ada even Pekan Olaharga Pelajar Daerah (Popda), Porprov, dan pada 2024 bakal ada banyak sekali even tingkat provinsi yang digelar melalui Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) maupun Dinpora.
“Jadi atlet karate yang berprestasi nanti akan dipersiapkan mengisi even yang akan datang. Apalagi karate ini kan diproyeksikan menjadi salah satu cabor andalan di Bojonegoro,” tambah Bayu, sapaan akrabnya.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Ketua FORKI Bojonegoro, Dr. H. Moh. Zainal Arifin menuturkan, jika ditinjau dari banyaknya jumlah peserta kejuaraan, cabor karate sangat berpotensi menjadi “gudangnya” atlet karate.
“Kami lihat animo peserta sangat tinggi. Oleh karena itu kami sangat berterima kasih atas dukungan semua pihak, baik Ibu Bupati, Pak Kadinpora, seluruh perguruan karate dan pelatih serta semua pihak. Kami akan kembangkan sehingga di Bojonegoro ini lahir banyak atlet berprestasi dari cabor karate,” ucapnya.
Terpisah, Ketua Perguruan Karate Inkanas (Institut Karate-Do Nasional) Cabang Bojonegoro, Angga Pradana mengaku, mengirim 50 atlet dalam kejuaraan ini. Atlet ini tersebar dari berbagai ranting yang ada se kabupaten.
“Tahun ini jumlah atlet kami lebih banyak. Tetapi kalau grafik perkembangan perguruan sebetulnya masih tetap seperti tahun sebelumnya,” ujarnya.
Salah satu atlet perempuan dari MI Irsyadusyi Syubban, Desa Kuncen Kecamatan Padangan, Diana Syauqia El Qaida Ahamad mengaku, sangat antusias mengikuti kejuaraan. Sebab ingin membuktikan hasil latihan.
“Biar bisa lihat hasil latihan kita seperti apa,” ungkap pelajar kelas 4 MI ini.(fin)





