Belum Seumur Jagung Persibo Bojonegoro Telah Sumbang Pendapatan Asli Daerah Rp220 Juta

Persibo Bojonegoro.
Persibo Bojonegoro saat menjadi tuan rumah penyisihan grup N Liga 3 Jatim.

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Baru sekitar dua bulan alihkelola manajemen, Persibo Bojonegoro telah berhasil menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke Pemerintah Kabupaten (Pembak) Bojonegoro, Jawa Timur sebesar Rp220 juta. Jumlah tersebut belum termasuk perputaran uang langsung di masyarakat setiap kali pertandingan berlangsung di Stadion Letjen Soedirman (SLS) Bojonegoro.

“Total yang sudah kami bayarkan ke Pemkab Bojonegoro lebih dari Rp220 juta. Semuanya sudah kami bayarkan per tanggal 22 Desember 2023” kata Ketua Panpel Persibo, Lasmiran kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (23/12/2023).

Pria yang akrab disapa Ambon ini kemudian membeberkan rincian pembayaran dimaksud. Antara lain membayar sewa stadion sebesar Rp180 juta untuk pertandingan penyisihan Group N atau membayar Rp30 juta per pertandingan dikalikan 6 kali pertandingan perhari.

“Termasuk membayar untuk pertandingan uji coba dan latihan lebih dari Rp15 juta serta ditambah pajak tiket sebesar Rp28,6 juta,” beber Ambon.

Namun begitu, menurutnya untuk sekelas Liga 3 yang kompetisinya masih amatir, biaya sewa Stadion Letjen H. Soedirman (SLS) ini dirasakan sangat mahal dan berat. Bagi Ambon, boleh dikatakan sewa stadion SLS untuk tim Liga 3, termasuk termahal yang ada di wilayah NKRI. Bahkan lebih mahal dari sewa stadion beberapa klub professional Liga 1 dan Liga 2 Indonesia.

Dia berharap Pemkab dan DPRD Bojonegoro memiliki solusi tentang tarif sewa stadion. Sebab hal ini dinilai penting bagi Persibo yang sedang berjuang untuk naik kasta dan selalu ingin menjadi tuan rumah, agar para pendukungnya tidak jauh-jauh dalam menonton.

“Tidak menutup kemungkinan, jika tidak ada solusi dari Pemerintah dan DPRD Bojonegoro, Panpel akan mempertimbangkan mencari alternatif stadion lainnya di luar Kabupaten Bojonegoro,” ujarnya.

Ambon juga mengaku, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Ketua Panpel Persela Lamongan yang menggunakan Stadion Bumi Wali Tuban. Biaya sewa stadion itu diketahui hanya sewa Rp10 juta saat melawan Persipa Pati. Padahal perhelatan yang digelar itu merupakan pertandingan Liga 2 yang sudah profesional.

“Sehingga sangat mungkin kami akan mencari kandang di luar Kabupaten Bojonegoro untuk menjadi tuan rumah 28 besar Liga 3 Jatim maupun tuan rumah lainnya,” ungkapnya.

Padahal, di lain sisi, manajemen baru Persibo Bojonegoro dibawah kendali CEO Eko Setyawan disebut betul-betul berupaya untuk membangkitkan kembali tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Bojonegoro untuk promosi naik kasta Liga 2 2024/2025.

Hal itu terbukti dengan ditunjuknya Persibo menjadi tuan rumah babak 28 besar Liga 3 Kapal Api PSSI Jatim 2023 yang akan dilaksanakan mulai 7 Januari 2024 nanti. Dengan penunjukan ini dipastikan memberikan pengaruh baik berganda yang bisa dirasakan masyarakat.

Ambon memperkirakan, setiap Persibo Bojonegoro bertanding, lebih dari Rp760 juta uang yang berputar di Kabupaten Bojonegoro, tediri dari Rp60 juta berasal dari pemasukan asongan di dalam dan luar stadion; Rp20 juta dari jasa parkir diluar area stadion; Rp30 juta pemasukan warung sekitar stadion; Rp50 juta pemasukan warung dan kafe didalam kota, dan sekira Rp100 juta dari perputaran sektor lainnya.

“Itu belum termasuk kedatangan tim luar Bojonegoro yang bertanding. Taruhlaj Rp500 juta untuk sewa hotel, makan, laundry dan kebutuhan lainya, tentunya gairah ini juga membangkitkan ekonomi rakyat di Kabupaten Bojonegoro,” tandasnya

Sementara itu, kabar ditunjuknya Persibo menjadi tuan rumah lagi disambut baik masyarakat kecil, khususnya pedagang sekitar stadion SLS. Sugeng salah satunya.

“Selama putaran penyisihan putaran 1 dan putaran 2 banyak sekali dampak positif untuk kami,” tutur pemilik warung depan stadion itu.

Senada disampaikan Parno, pedagang asongan yang selalu mangkal di SLS ketika Persibo bertanding. Ia merasa sangat bersyukur Persibo menjadi tuan rumah, oleh sebab itu bersama teman-teman senasib dia sangat terima kasih kepada Panpel Persibo.

“Karena kami dipermudah untuk berdagang dan hasilnya bisa untuk menghidupi keluarga,” ucapnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *