Laka Lantas di Crossing JTB Renggut Dua Nyawa Warga Gayam

Imam Sahari saat tergeletak dipinggir jalan perempatan crossing usai terjadi kecelakaan pada Jumat (12/01).
Imam Sahari saat tergeletak dipinggir jalan perempatan crossing usai terjadi kecelakaan pada Jumat (12/01).

SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko

Bojonegoro – Kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) yang terjadi pada Jumat (12/01/2024) sekitar pukul 08 pagi di jalan utama proyek gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) tepatnya di perempatan crossing turut Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam merenggut dua nyawa warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Kedua korban yang merupakan pasangan suami istri itu adalah Imam Sahari (56) dan Sipah (50), berdomisili di Rukun Tetangga (RT) 12, Rukun Warga (RW) 03, Dusun Sumurpandan, Desa Gayam. Korban meninggal diduga akibat kecelakaan dengan seorang tenaga kerja (Naker) proyek Gas JTB berinisial SML warga Indramayu di perempatan crossing JTB.

Kedua korban meninggal di rumah sakit umum Bojonegoro dengan waktu tidak bersamaan. Sipah meninggal pada hari Sabtu (13/01) dan suaminya Imam Sahari meninggal pada Minggu (14/01) siang tadi.

“Ya benar, untuk Bu Sipah meninggal Sabtu kemarin, dan Pak Imam meninggal Minggu siang tadi di rumah sakit umum Bojonegoro,” kata saudara korban, Muhammad Aris, kepada SuaraBanyuurip.com, Minggu (14/01/2024).

Baca Juga :   Bupati Fadeli Lantik Dua Kades

Aris mengatakan, kecelakaan itu terjadi saat Imam Sahari dalam perjalanan pulang dari pasar dengan mengendarai sepeda motor berboncengan dengan istrinya Sipah dari arah selatan. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP) yaitu, perempatan Crossing tiba tiba dari arah barat ada tenaga kerja JTB, SML warga Indramayu mengendarai sepeda motor melaju kencang yang kemudian menabrak korban hingga terjatuh di jalan poros Gayam-Ngasem dengan luka cukup parah.

“Korban langsung dibawa ke rumah sakit umum Bojonegoro. Namun nyawanya tak bisa tertolong. Untuk penabrak sudah bertanggung jawab, dan diselesaikan secara kekeluargaan,” jelasnya.

Aris berharap, operator proyek gas JTB untuk mengingatkan bagi perusahaan yang terlibat di proyek JTB, dan meningkatkan keamanan dan kelancaran lalu lintas di perempatan jalan utama proyek JTB (Crossing) dengan jalan poros umum kecamatan (PUK) Gayam-Ngasem tersebut.

“Keamanan di perempatan Crossing itu harus dievaluasi kelancaran pengguna jalan umum agar masyarakat sekitar merasa nyaman saat melintas, dan kejadian kecelakaan tersebut tidak terulang lagi,” imbuhnya.

Baca Juga :   Tabrakan Motor Lawan Truk di Baureno, Dua Orang Meninggal di TKP

Sementara Kepala Desa (Kades) Gayam, Winto, membenarkan jika korban yang meninggal akibat kecelakaan lalulintas tersebut adalah warganya.

“Sudah diselesaikan, alhamdulillah pihak penabrak bertanggung jawab,” kata Kades Winto dikonfirmasi terpisah.

Kades ring satu ladang minyak Banyu Urip, Blok Cepu ini menyarankan agar di crossing road dipasang Traffic light dan/atau Speed Bump. Selain itu, dimaksimalkan juga kerja security pengatur lalin.

“Jadi benar-benar sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada, gak (tidak) hanya nongkrong aja di pos, harus mengatur lalin,” tegasnya.

Sementara SuaraBanyuurip.com masih berupaya konfirmasi ke pihak operator proyek gas JTB, PT Pertamina EP Cepu (PEPC) terkait hal tersebut.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *