Beasiswa Pertamina Rosneft Luluskan 46 Warga Kilang Tuban

Direktur PEM Akamigas, Erdilla Indriani, menyerahkan secara simbolis siswa peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan kepada PRPP yang diwakili Manager Human Capital Operations & Medical, Yudhistiro Tri Prakoso, di Graha Oktana Kampus PEM Akamigas Cepu, Kabupaten Blora. (SuaraBanyuurip.com/ist)

SuaraBanyuurip.com – Paijan Sukmadikrama

Blora – Sebanyak 26 mahasiswa D3 PEM Akamigas, Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah asal desa terdekat operasi kilang minyak Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) di kawasan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, telah menyelesaikan pendidikannya. Mereka merupakan penerima beasiswa dari program pendidikan D3 dari PRPP.

Pada hari Kamis, 18 Juli 2024, lalu para putra desa sekitar Kilang Minyak Tuban tersebut menjalani prosesi serah terima peserta didik PEM Akamigas kepada PRPP di kampus setempat. Perhelatan yang digelar bersamaan seremoni Wisuda ke-53 PEM Akamigas di gedung Graha Oktana Kampus PEM Akamigas ini, menandai berakhirnya pendidikan para penerima pendidikan gratis tersebut.

Sebanyak 26 peserta didik yang merampungkan pendidikan D3 tersebut, merupakan penerima beasiswa angkatan ke-2. Sebelumnya pada tahun 2022 PEM Akamigas juga telah meluluskan 20 peserta beasiswa dari PRPP. Angkatan pertama juga berasal dari desa sekitar proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban atau Kilang Tuban yang dikelola PRPP.

Program Beasiswa D3 PEM Akamigas ini, sesuai rilis dari PRPP yang diterima SuaraBanyuurip.com hari Jumat (19/07/2024), merupakan wujud komitmen dukungan perusahaan dalam mengembangkan sumber daya manusia di sekitar area Proyek GRR Tuban   melalui pendidikan. Hal ini sekaligus sebagai implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) nomor 4, yaitu Penyediaan Pendidikan Berkualitas.

Baca Juga :   596 Buruh Rokok di PHK, DPRD Bojonegoro: Uang Pesangon Wajib Diberikan

Dalam prosesi tersebut Direktur PEM Akamigas, Erdilla Indriani, secara simbolis menyerahkan siswa peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan kepada PRPP. Sedangkan dari pihak PRPP diwakili Manager Human Capital Operations & Medical, Yudhistiro Tri Prakoso.

Secara terpisah, Presiden Direktur PRPP, Reizaldi Gustino, mengucapkan apresiasi dan selamat kepada seluruh penerima beasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Dipastikan IPK seluruh siswa binaan perusahaan ini di atas 3. Hal ini membuktikan bahwa kualitas sumber daya manusia di Tuban, khususnya di sekitar area Proyek GRR Tuban, tidak kalah dengan daerah lain.

Reizaldi berharap kepada seluruh penerima beasiswa, agar tidak berhenti belajar dan berkarya untuk memberi konstribusi agar secara aktif dalam mengembangkan Kabupaten Tuban.

“Tantangan sesungguhnya nanti adalah bagaimana para adik-adik ini dapat mengaplikasikan ilmu dan pengetahuannya di tengah masyarakat, meski demikian kami yakin dengan apa yang telah mereka dapatkan selama mengikuti pendidikan akan sukses di masa mendatang,” ujar Reizaldi.

Disampaikan pula ucapan terima kasih atas dukungan, dan bantuan semua pihak yang terlibat dalam program ini mulai dari tahap seleksi tahun 2021 silam hingga selesai. Mereka diantaranya, PEM Akamigas, Pemerintah Daerah Kabupaten Tuban, dan Pemerintah Kecamatan Jenu.

Baca Juga :   Ada 54 Siswa Ikuti Ujian Susulan

Mantan Kuli Bangunan

Warga sekitar operasi Kilang Tuban yang telah lulus program beasiswa pendidikan D3 Akamigas, Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah saat foto bersama dengan perwakilan PRPP di kampus setempat. (SuaraBanyuurip.com/ist)

Sementara itu, rasa haru, bangga, dan gugup menerpa Adhitya Teguh Wahyudianto (23). Adhit, begitu panggilan akrabnya, termasuk satu diantara penerima beasiswa angkatan kedua dari PRPP. Keinginannya kuliah hingga lulus tercapai melalui program beasiswa pendidikan yang besut perusahaan dengan saham gado-gado Pertamina, dan Rosneft dari Rusia tersebut.

“Jadi memang harapan untuk kuliah tadinya itu agak susah, karena ekonomi kita kurang. Apalagi saya lulusan SMK, dulu di SMK itu (seolah-olah) visi misinya lulus langsung cari kerja,” kata Adhit.

Berbagai pekerjaan sudah pernah ia lakoni. Diantaranya, sebagai pegawai minimarket, kuli bangunan, bahkan menjadi tukang parkir demi bisa menghidupi dirinya, dan membantu perekonomian keluarga. Pekerjaan serabutan tersebut dijalani selama dua tahun, hingga putra dari seorang ibu yang berprofesi sebagai penjaga kantin sekolah tersebut, merasa perlu berkembang lebih baik lagi dengan melanjutkan pendidikan.

Ia sudah bayar kuliah satu semester di salah satu universitas, kemudian menerima informasi ada beasiswa dari PRPP. Lalu masukkan berkas-berkas persyaratan, tes, dan alhamdulillah bisa masuk PEM Akamigas.

Program (beasiswa pendidikan PEM Akamigas) ini sangat membantu warga sekitar, khususnya kami yang bercita-cita menaikkan derajat (ekonomi) keluarga dan tingkat pendidikan,” pungkas Adhit. (jan)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar