SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro nomor urut 02, Setyo Wahono dan Nurul Azizah terus mendapat dukungan tiada henti dari berbagai lapisan dan elemen masyarakat.
Kali ini dukungan pemenangan itu tercetus dari Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKS.PI) “Kera Sakti” Pengurus Cabang Bojonegoro, yang dihelat dalam kegiatan pernyataan sikap dan dukungan di Kafe Baresta, turut Desa Bangilan, Kecamatan Kapas, Selasa (08/10/2024) malam. Agenda ini disambut Setyo Wahono dengan mengajak anggota organisasi silat itu berkolaborasi dalam bidang ekonomi.
Pengurus Cabang IKS.PI Kera Sakti Bojonegoro, Bowo mengatakan, PC IKS.PI Kera Sakti Bojonegoro siap menggerakkan sistem kepengurusan yang ada di Kabupaten Bojonegoro untuk memenangkan Setyo Wahono-Nurul Azizah pada Pilkada 27 November mendatang.
“Kami siap menggerakkan sistem mulai cabang, ranting, rayon dan sub rayon untuk memenangkan Setyo Wahono dan Nurul Azizah,” terang Bowo.
Menurut dia, PC IKS.PI Kera Sakti Bojonegoro sudah punya pengalaman dalam memenangkan kontestasi pemilihan kepala daerah.
“Kami akan pakai pengalaman itu untuk memenangkan Wahono-Nurul,” tegas Bowo.
Pernyataan dukungan itu, disambut oleh Setyo Wahono dengan mengajak Pendekar IKS.PI Kera Sakti untuk kolaborasi bidang ekonomi. Sebab putra asli Desa Dolokgede itu tidak hanya berharap prestasi dari dunia silat atau olah raga saja.
“Tapi (saya) juga mengajak para pendekar untuk kolaborasi dalam pengembangan ekonomi di masa yang akan datang,” terang Mas Wahono, sapaan akrabnya.
Tak hanya itu, Paguyuban Besar Pencak Silat dan Bela Diri Bojonegoro yang bernama BKP (Bojonegoro Kampung Pesilat) akan mendapatkan program dari pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam berbagai bidang. Pendeknya, selain urusan bela diri pencak silat, pihaknya juga memperhatikan peningkatan perekonomian untuk kesejahteraan para insan pencak silat saat menjabat Bupati Bojonegoro nantinya.
“Peningkatan kebersamaan untuk pembangunan harus menjadi pondasi utama, agar seluruh perguruan pencak silat di Bojonegoro menjadi warna yang indah, dan harus steril dari gesekan antar oknum organisasi pencak silat,” pungkas Mas Wahono.(fin)





