SuaraBanyuurip.com – Paijan Sukmadikrama
Tuban – Baliho Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wabup Tuban, Jawa Timur, Aditya Halindra Faridzky dan Joko Sarwono (Lindra-Joko), diterbangkan angin menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas di kawasan jalan Desa Jegulo, Kecamatan Soko, Tuban, Kamis (24/10/2024).
Akibat kejadian tersebut, tiga orang terjatuh dari motor menderita luka di bagian kepala, kaki, tangan, punggung, dan dada. Mereka kini dalam perawatan intensif di RSUD Bojonegoro.
Tiga warga apes tersebut adalah Ny Suliswati (34 tahun), Ferdi Sahputra (13 tahun), dan Reva Rahmadani (5 tahun). Mereka merupakan ibu dan anak asal Desa Nguruhan, Kecamatan Soko.
Setelah kejadian baliho bergambar Paslon 02 yang menyebabkan tragedi di siang bolong tersebut, menurut keterangan dari sejumlah saksi mata, langsung disita oleh jajaran Polsek Soko. Dikatakan pula, alat peraga kampanye (APK) yang dipasang itu difasilitasi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tuban.
Informasi yang dihimpun SuaraBanyuurip.com menyebutkan, peristiwa nahas yang menimpa Suliswati bermula ketika menjemput anaknya Ferdi Sahputra, siswa SMPN 2 Soko, pulang sekolah dengan mengendarai motor. Adiknya, Reva Rahmadani, yang duduk di bangku TK A, ikut menjemput sang kakak.
Tak lama setelah bertemu anaknya di depan sekolah, Suliswati langsung mengajaknya pulang. Mereka berboncengan dengan posisi Ferdi duduk di belakang, sedangkan adiknya di depan.
Dalam perjalanan ke arah utara menuju Nguruhan, tiba-tiba terjadi angin kencang. Bersamaan itu pula selembar baliho Paslon Bupati dan Wabup Tuban, yang diterbangkan angin, tiba-tiba menimpa ibu dan anak tersebut.
“Baliho yang mlebat (terbang) itu langsung menutupi pengendara motor yang berboncengan, sehingga motornya oleng dan terjatuh,” kata sejumlah saksi mata di lokasi tragedi.
Mengetahui ada orang kecelakaan di jalan, para pengguna jalan memberikan pertolongan. Tak lama berselang lama datang mobil pick-up mendekati lokasi. Mobil tersebut akhirnya dipakai warga mengantarkan tiga korban tersebut ke rumah sakit di Bojonegoro.
“Saya dan kedua anak saya luka-luka, sampai dijahit di bagian kepala dan tangannya,” kata Ny Suliswati. Ia mengetahui jika benner yang menimpanya bergambar Paslon 02. “Katanya bener Mas Lindra itu langsung dibawa polisi.”
Dikonfirmasi secara terpisah Komisioner KPU Tuban Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM, Gunawan Wihandono, menyatakan, pihaknya telah melakukan kordinasi ddengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Soko terkait kejadian baliho salah satu Paslon yang menyebabkan kecelakaan.
Selain itu, KPU Tuban juga akan turun dan cek lapangan untuk meneliti terjadinya peristiwa, yang mengakibatkan, tiga korban luka tersebut. Akan dilihat juga apa penyebab bener tersebut sampai diterbangkan angin. Apakah pemasangannya sudah sesuai regulasi atau ada faktor lainnya.
“Karena bener itu kita yang memfasilitasi, kita akan membantu pengobatan kepada korban yang bersangkutan,” kata Gunawan Wihandono saat dihubungi wartawan. (jan)