Sampah Jadi Persoalan Urgent, YDTI Gelar Lokakarya Perubahan Perilaku

Lokakarya program pengelolaan sampah.
Para peserta antusias mengikuti lokakarya program pengelolaan sampah yang diselenggarakan YDTI bersama SKK Migas-EMCL.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Yayasan Daya Tumbuh Indonesia (YDTI) sebagai mitra SKK Migas-EMCL menggelar lokakarya lanjutan dari program pengelolaan sampah. Lokakarya kali ini menekankan pada perubahan perilaku pilah sampah dan pengelolaan sampah.

Lokakarya perubahan perilaku pilah sampah tersebut dihadiri sekitar 100 peserta. Mereka merupakan orang tua dan siswa yang jadi duta lingkungan.

Selain itu turut hadir dalam acara ini Ketua YDTI, Komite sekolah, Tim P5 SMAN Model Terpadu, serta para narasumber dari berbagai unsur. Mulai dari pemerhati lingkungan, petugas kesehatan lingkungan, dosen psikologi, hingga pelaku pilah sampah.

Ketua YDTI, Mutohar Hadib mengatakan, sampah menjadi persoalan yang penting dan mendesak untuk ditangani, bahkan akhir-akhir ini sering diangkat menjadi bahan debat calon pemimpin daerah. Mulai debat calon gubernur hingga calon bupati yang digelar di berbagai daerah.

“Persoalan sampah dibahas dalam debat pilkada di beberapa daerah, itu artinya kita tidak mengada-ada bahwa sampah menjadi sesuatu yang urgent untuk ditangani,” katanya.

Program pengelolaan sampah yang dilakukan EMCL dan YDTI sudah sampai pada tahap eksekusi. Bahkan sudah mendistribusikan tempat sampah dengan tiga kategori organik, anorganik, dan residu di sekolah dan rumah siswa percontohan.

Baca Juga :   Gelar Lokakarya P5, YDTI  Bersama EMCL Tingkatkan Kapasitas Duta Lingkungan SMAN MT

“Pada akhir kegiatan, akan ada simulasi pengelolaan sampah, mohon dimanfaatkan sebaik-baiknya tempat sampah yang telah didistribusikan,” kata Mutohar Hadib.

Komite Sekolah SMAN MT Ahmad memberikan apresiasi penuh dengan adanya program pengelolaan sampah. Komite sekolah juga mendorong untuk mengembangkan pola pikir dalam pengelolaan sampah, sehingga dapat meningkatkan ekonomi melalui pengelolaan sampah.

“Kami ucapkan terima kasih kepada SKK Migas-EMCL dan YDTI atas terpilihnya sekolah kami menjadi percontohan  program pilah sampah ini,” tuturnya dalam sambutan.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait