SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro – Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pendidikan Non Formal (Dikdasmen & PNF) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menggelar ajang bergengsi Muhammadiyah Education Award (MEA) tahun 2025.
Rangkaian kegiatan MEA 2025 akan berlangsung mulai bulan Januari 2025 hingga bulan Mei 2025, dengan puncak acara penganugerahan dilaksanakan pada bulan Juni 2025 tepat saat Milad ke-116 Muhammadiyah.
Acara ini mengusung tema “Cahaya Peradaban: Menghubungkan Warisan Budaya dengan Kemajuan Pengetahuan”, yang mencerminkan komitmen Muhammadiyah dalam menyelaraskan tradisi dengan inovasi demi kemajuan pendidikan.
MEA tahun ini terdapat rangkaian kegiatan, diantarnya perlombaan untuk siswa dan siswi di semua jenjang, Muhammadiyah School Report (MSR), dan puncak acara dengan pemberian anugerah kepada lembaga pendidikan Muhammadiyah se-Bojonegoro, serta murid dan guru yang berprestasi.
“MEA tahun ini sebagai upaya kami membangkitkan ghiroh pendidikan bagi lembaga, guru serta murid, serta juga sebagai peringatan kita dalam mensukseskan Milad ke-116 Muhammadiyah,” kata Ketua Panitia MEA 2025, Wawan Rudianto, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (21/01/2025).
Perhelatan ini diikuti oleh 63 lembaga pendidikan Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Kabupaten Bojonegoro. Keterlibatan yang masif ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari seluruh lembaga pendidikan Muhammadiyah dalam menjadikan MEA sebagai ajang pembelajaran, kolaborasi, dan apresiasi.
“Untuk perlombaan, kami mengangkat tema permainan tradisional, seperti egrang, bakiak, dan permainan tradisional lainnya, sehingga seluruh siswa dapat berpartisipasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen & PNF Kabupaten Bojonegoro, Mustajid, menyampaikan, bahwa MEA 2025 bukan hanya sebuah kompetisi, tetapi juga sarana untuk mempererat silaturahmi, berbagi pengetahuan, dan menginspirasi lembaga pendidikan Muhammadiyah lainnya untuk terus berinovasi.
Disebutkan, tema “Cahaya Peradaban” yang diusung tahun ini menjadi pengingat bahwa pendidikan harus mampu menjembatani kekayaan budaya Indonesia dengan kebutuhan zaman modern.
“Kami berharap MEA 2025 mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan visioner,” tandasnya.(fin)





