Warga Desa Ring 1 Migas Blok Cepu Ditemukan Meninggal Tergantung di Pohon Mangga

Gantung diri
Perangkat desa dan petugas dari TNI-POLRI serta terkait saat melakukan olah TKP di Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Seorang warga Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia karena diduga tak lagi sanggup menahan sakit yang telah lama diderita. Pria berusia 74 tahun itu kemudian menyerah dari perjuangan hidupnya tergantung di pohon mangga.

Warga desa ring satu ladang minyak dan gas bumi (Migas) Banyu Urip, Blok Cepu, ini ditemukan telah menjadi jenazah oleh keluarganya pada Selasa (21/01/2025) pagi. Kondisinya dalam keadaan ada tali melilit leher dan tergantung di dahan pohon mangga lingkungan sekitar.

“Pertama kali ditemukan oleh anak menantunya, kemudian diteruskan ke tetangga yang akhirnya dilaporkan ke saya,” kata Kepala Desa Bonorejo, Rahmad Aksan kepada Suarabanyuurip.com.

Perkiraan, dari informasi yang dihimpun, korban mengakhiri hidupnya sekitar pukul 07.30 WIB. Temuan adanya jenazah ini kemudian diteruskan ke para pihak terkait. Hingga sampai pada pemangku wilayah hukum wilayah Gayam.

Setelah laporan sampai ke pihak berwenang, baik aparat Polsek Gayam, Babinsa, Puskesmas Gayam, dan terkait lainnya kemudian hadir di lokasi penemuan jenazah untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Baca Juga :   Tiga Jurnalis SBU Menangi Lomba Karya Tulis Jurnalistik

Adapun dalam keseharian, korban dikenal baik dan tidak ada masalah dengan warga dan masyarakat Bonorejo pada umumnya. Bahkan merupakan salah satu tokoh setempat. Rahmad Aksan menilai pergaulan sosialnya tergolong baik.

Perihal almarhum menderita sakit pun sudah umum diketahui khalayak. Karena sudah bertahun-tahun diderita oleh korban. Sepanjang Rahmad mengetahuinya, sudah sekitar 3 tahun lebih penyakit itu tak kunjung sembuh. Sedangkan usianya sudah tergolong sepuh (usia lanjut).

“Tadi jenazah juga sudah dikebumikan keluarganya,” ujar kades ramah ini.

Terpisah, Pelaksana Harian (Plh) Kapolsek Gayam, AKP Luluk Sulistyono membenarkan kejadian itu. Diketahui, korban sudah lama memiliki riwayat sakit hipertensi. Setelah diadakan olah TKP dan pemeriksaan medis, tidak terdapat tanda adanya kekerasan atau penganiayaan.

“Betul, ada informasi yang berasal dari Pak Kades Bonorejo ke petugas Polri, yang kemudian kami datang ke TKP, termasuk juga petugas medis dari puskesmas dan TNI juga, tidak ada tanda kekerasan di tubuh korban,” tandasnya.(fin)

 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Kejaksaan Negeri Bojonegoro Terima Laporan Sewa Kios Pasar Gayam

Pos terkait