Warga Gayam Bojonegoro Gantung Diri di Pohon Mangga

Gantung diri
Anggota Polsek Gayam dan terkait saat melakukan pengecekan korban gantung diri di pohon mangga di hutan petak 19, RPH Prajekan, BKPH Clangap, KPH Bojonegoro turut Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.(istimewa)

SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko

Bojonegoro – Arik Mulyanto (43), warga RT 20, RW  04, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ditemukan meninggal gantung diri, Kamis (29/05/2025) sekitar pukul 06.30 Wib.

Pria yang tinggal di desa ring satu ladang minyak Banyu Urip, Blok Cepu itu menggantungkan lehernya di pohon mangga setinggi 180 centimeter di hutan petak 19, RPH Prajekan, BKPH Clangap, KPH Bojonegoro turut Desa Gayam, Kecamatan Gayam dengan menggunakan tali tampar plastik.

Kapolsek Gayam, AKP Moch. Safi’i mengatakan, kejadian itu diketahui setelah pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat dan perangkat desa sekitar pukul 08.00 Wib adanya orang meninggal dunia dengan cara gantung diri di pohon Mangga di hutan petak 19, RPH Prajekan, BKPH Clangap, KPH Bojonegoro turut Desa Gayam, Kecamatan Gayam.

“Selanjutnya petugas Polsek Gayam menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan,” kata AKP Moch Safi’i kepada Suarabanyuurip.com.

Dijelaskan, sesuai keterangan saksi inisial TMYS, warga setempat, kejadian itu diketahui berawal saat saksi hendak ke lokasi tanaman jagung miliknya, melihat ada sepeda motor di pematang sawah karena curiga kemudian melihat ketengah area tanaman jagung yang terdapat pohon mangga. Seketika ia kaget melihat ada orang yang gantung diri dan langsung melaporkan ke pihak berwajib.

Baca Juga :   Sambut HJB 344, PKK Desa Penghasil Migas Blok Tuban Gelar Lomba Senam

“Sesuai hasil pemeriksaan korban gantung diri di pohon mangga setinggi 180 centimeter, dengan menggunakan tali tampar plastik. Diduga karena faktor ekonomi. Dan hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Gayam, korban meninggal dunia murni gantung diri karena ada luka jeratan di leher dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” pungkasnya.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait