Parade Oklik di Bojonegoro Meriahkan Malam Kemenangan di Bulan Ramadan

Parade oklik.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah bersama Forkompimda saat memberangkatkan parade oklik di malam Hari Raya Idulfitri 2025.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur menggelar parade oklik dan takbir keliling untuk memeriahkan malam kemenangan di Ramadan 2025. Takbir dan parade oklik tersebut dimulai pukul 18.30 malam, berlokasi di Jalan Mas Tumapel depan Pendopo Malowopati Bojonegoro.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono menyampaikan, kesenian oklik merupakan wujud kebudayaan Bojonegoro. Kegiatan menampilkan budaya dapat memberikan semangat motivasi umat Islam dalam menyambut hari kemenangan.

“Juga dapat dijadikan sarana antar seniman oklik dan mengembangkan ekonomi kreatif. Perlu adanya sinergi masyarakat dan pemerintah agar kebudayaan lokal tetap terjaga di era digitalisasi,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (30/03/2025).

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Welly Fitrama, menyampaikan, selain menyambut malam kemenangan Ramadan 2025, takbir dan parade oklik juga untuk melestarikan budaya serta tradisi asli Bojonegoro.

“Ramadan di Bojonegoro tak lepas dari budaya oklik. Selain sebagai musik tradisional, biasa alat musik berbahan bambu digunakan membangunkan umat Islam makan sahur,” katanya.

Parade oklik
Parade Oklik di Bojonegoro Meriahkan Malam Kemenangan di Bulan Ramadan.(istimewa)

Dia mengungkapkan, oklik kesenian tradisional khas Bojonegoro memang identik dengan Ramadan. Sebab, para pemuda Bojonegoro hanya memainkan alat musik tradisional ini di bulan suci Ramadan saja.

Baca Juga :   Atlet Judo Bojonegoro Sumbang 3 Medali di Ajang Porprov Jatim 2022

Karena itu, untuk melestarikan budaya oklik Pemkab Bojonegoro melalui Disbudpar menggelar takbir dan parade oklik. Melalui kegiatan ini turut menggerakkan ekonomi masyarakat, serta menjadi pusat wisata budaya dan memberikan nuansa baru di Bojonegoro untuk pemudik.

“Diharapkan masyarakat luar Bojonegoro tertarik oklik di momen Ramadan. Tadi juga terdapat 20 stand, sementara untuk parade oklik diikuti 30 peserta dari siswa SMP hingga SMA,” jelasnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait