SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Jalan rusak di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo hingga ke Watu Jago di Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur konon sudah masuk rencana pembangunan. Jalan berstatus jalan desa itu menjadi bagian dari belasan kilometer (Km) jalan yang saat ini dalam rancangan.
Kerusakan jalan di wilayah Dusun Kalidandang, Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, bahkan baru-baru ini viral. Sebab ambulan yang membawa pasien pascalahiran tidak bisa masuk mengantar sampai ke rumah yang bersangkutan. Peristiwa ini terekam dalam video amatir warga setempat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (Bima PR), Chusaivi Ivan mengatakan, bahwa rencana pembangunan jalan mulai dari Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, sejatinya sudah dibahas beberapa tahun sebelumnya.
Rencana pembangunan jalan Napis – Margomulyo (Watu Jago, red.) tersebut akan melewati Dusun Doplang, Dusun Windu, dan Dusun Kalidandang. Jalur ini terpetakan melalui tanah warga dan lahan milik Perhutani. Untuk itu perlu kerja sama dengan pemangku kepentingan wilayah hutan .
“Saat ini (rencana itu) sudah masuk tahap pengadaan tanah untuk tanah milik warga dan proses perjanjian kerja sama pengelolaan hasil hutan dengan Perhutani untuk tanah yang berada dikawasan hutan,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (14/5/2025).
Adapun tahapan pengadaan tanah untuk pembangunan jalan sudah mulai dilaksanakan sejak tahun anggaran 2024 dan akan dilanjutkan pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2025 dan APBD 2026.
“Secara bertahap proses tersebut harus dilakukan dalam rangka kebutuhan tanah untuk pembangunan jalan di ruas tersebut,” ujarnya.
Disebutkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro rencananya akan membangun jalan dari Kecamatan Tambakrejo ke arah Kecamatan Margomulyo dan sebaliknya sepanjang 17 Kilometer (Km). Tak hanya jalan, pemkab juga akan membangun jembatan pada sepanjang jalan yang masuk rencana pembangunan.
“Data teknis terkait rencana pembangunan jalan tesebut adalah sepanjang 17 km dan ada 9 titik jembatan termasuk didalamnya. Semoga proses tersebut dapat segera diselesaikan, sehingga pembangunan dapat segera dilaksanakan,” tandas Ivan.
Sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Napis, Mulyono mengaku, pihaknya sedang mengusahakan agar jalan penghubung dari Desa Napis ke Watu Jago, Margomulyo yang rusak berat itu pembangunannya segera terealisasi. Ia menyebut telah bertemu dan membahas soal itu dengan Pj Sekda Djoko Lukito.
“Sekarang masih dalam proses ganti untung, karena memakan tanah warga,” ungkapnya kepada Suarabanyuurip.com, Senin (5//5/2025) lalu.
Jalan rusak berat dimaksud sempat menjadi buah bibir. Yakni ketika seorang warga di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terpaksa harus ditandu sejauh 6 Kilometer (Km) pascamelahirkan. Kondisi jalan dinilai tidak memungkinkan untuk mengangkut pasien dengan kondisi setelah operasi cesar.
Keadaan tersebut terekam dalam sebuah video yang viral setelah beredar di platform Tiktok. Video ini memperlihatkan, warga Desa Napis menggotong seorang ibu yang baru saja melahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangan.
Para warga menggunakan bangku panjang untuk menggotong ibu yang kemudian diketahui bernama Susanti. Video itu diunggah oleh akun TikTok@kldd27, yang juga merupakan warga satu desa dengan Susanti.
Pemilik akun @kldd27, Adit menuturkan, situasi itu terjadi sebab mobil ambulan milik RSUD Padangan tidak bisa mengantarkan pasien sampai ke rumah. Kondisi jalan tanah yang liat dan basah dianggap tidak memungkinkan untuk dilalui mobil beroda empat.
“Akhirnya para tetangga sepakat untuk berjibaku menandu mbaknya yang habis lahiran tersebut,” tutur Adit.(fin)

