Jalan Desa Napis Bojonegoro Rusak, Warga Ditandu 6 Km Pascalahiran

Jalan desa napis rusak
JALAN RUSAK : Warga Dusun Kalidandang, Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur terpaksa ditandu sejauh 6 Km pascamelahirkan, karena jalan tak dapat dilalui kendaraan roda empat.(istimewa)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Seorang warga di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terpaksa harus ditandu sejauh 6 Kilometer (Km) pascamelahirkan. Musababnya, jalan desa dalam kondisi rusak berat hingga tak bisa dilewati kendaraan roda empat.

Keadaan tersebut terekam dalam sebuah video yang viral setelah beredar di platform Tiktok. Video ini memperlihatkan, warga Desa Napis menggotong seorang ibu yang baru saja melahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangan.

Para warga menggunakan kursi panjang untuk menggotong ibu yang kemudian diketahui bernama Susanti. Video itu diunggah oleh akun TikTok@kldd27, yang juga merupakan warga satu desa dengan Susanti.

Pemilik akun @kldd27, Adit menuturkan, situasi itu terjadi sebab mobil ambulan milik RSUD Padangan tidak bisa mengantarkan pasien sampai ke rumah. Kondisi jalan tanah yang liat dan basah dianggap tidak memungkinkan untuk dilalui mobil beroda empat.

“Akhirnya para tetangga sepakat untuk berjibaku menandu mbaknya yang habis lahiran tersebut,” tutur Adit.

Jalan Desa Napis Rusak parah.
RUSAK BERAT : Salah satu kondisi jalan di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Tampak ban motor yang penuh tanah liat.(istimewa)

Dijelaskan bahwa jarak dari titik tandu sampai dengan rumah ibu melahirkan tersebut kurang lebih sejauh 6 Km. Sedangkan rumah pasien di Dusun Kalidandang, Rukun Tetangga (RT) 27, Rukun Warga (RW) 5, Desa Napis.

Kondisi itu pun, lanjut Adit, selalu berulang setiap tahunnya. Sehingga ini bukan peristiwa baru, sebab saat musim hujan tiba, jalanan tersebut dipastikan tidak bisa dilalui kendaraan.

“(setahu saya) Ada 10 kilometer jalan di Desa Napis yang kondisinya rusak seperti itu. Di sepanjang jalan tersebut terdapat 11 jembatan di atas sungai yang terbuat dari kayu, dan 2 sungai lainnya, belum ada jembatannya,” bebernya.

Kerusakan berat jalan desa yang dinilai sudah lama terjadi itu kemudian membuat dia bersama pemuda lainnya kerap mengunggah beragam peristiwa serupa di media sosial. Teriring harapan agar pemerintah segera memperbaiki akses jalan yang berada di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo.

“(karena) Ya parah, mau ke sekolah, ke pasar, kemana-mana sulit, kalau musim hujan. Ekonomi di sini juga sulit karena akses jalan, pendidikan pun banyak anak yang kesulitan untuk sekolah karena akses jalan,” tegas Adit.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Napis, Mulyono mengaku, pihaknya sedang mengusahakan agar jalan penghubung dari Desa Napis ke Watu Jago, Margomulyo yang rusak berat itu pembangunannya segera terealisasi. Ia menyebut telah bertemu dan membahas soal itu dengan Pj Sekda Djoko Lukito.

“Sekarang masih dalam proses ganti untung, karena memakan tanah warga,” ungkapnya kepada Suarabanyuurip.com, Senin (5//5/2025).

Dikonfrontir secara terpisah ihwal bahasan pembangunan jalan rusak berat tersebut, Pj Sekda Djoko Lukito belum memberikan keterangan hingga berita ini ditayang.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait