Bupati Bojonegoro Takziah ke Rumah Keluarga Korban Tenggelam Bengawan Solo di Sudu

Bupati Setyo Wahono takziah di Sudu.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono saat takziah dan bertemu langsung dengan Wijiasih dan suaminya Sunarto di rumah duka di Desa Sudu, Kecamatan Gayam untuk berbelasungkawa atas berpulangnya putranya ke Rahmatullah.

SuaraBanyuurip.com – M. Alamsyah Syarifudin

Bojonegoro – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan istri Cantika Wahono takziah ke rumah duka keluarga korban tenggelam Sungai Bengawan Solo di Dusun Tenggor, Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Minggu (22/6/2025).

Bupati Setyo Wahono mengatakan, kedatangannya ke rumah duka untuk berbelasungkawa atas musibah yang menimpa M Nur Rosyid dan M Nur Ismail, putra dari Sunarto dan Wijiasih, yang meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Bengawan Solo.

“Semoga keluarga diberi ketabahan, keihklasan dan almarhum husnul katimah,” kata Bupati Wahono.

Kedatangan Bupati Setyo Wahono dan istri Cantika Wahono di rumah duka ditemani ibundanya, Hj Kasminah dan kerabat. Mereka ditemui orang tua korban, dan keluarganya.

“Terima kasih atas perhatian bapak Bupati, istri dan keluarga,” ucap Sunarto.

Suasana duka masih menyelimuti keluarga korban tenggelam sungai Bengawan Solo, M Nur Rosyid dan M Nur Ismail. Kedua korban merupakan saudara kembar anak ketiga dan keempat dari pasangan Sunarto dan Wijiasih.

Kedua korban tenggelam saat memancing ikan di sungai Bengawan Solo turut Desa Sudu pada Sabtu (21/6/2025), sekitar pukhul 14.30 Wib.

Jenazah kedua korban ditemukan di waktu berbeda. Jasad M Nur Rosyid ditemukan Sabtu (21/6/2026), pukul 17.18 Wib. Lokasinya 200 meter dari korban tenggelam.

Sedangkan jasad M Nur Ismail ditemukan Minggu (22/6/2025), pukul 07.15 Wib, dengan radius sekitar 5 kilometer dari lokasi kejadian.(alam/sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *