SuaraBanyuurip.com – Mahasiswa KKN-TK Kelompok 15 Universitas Bojonegoro (Unigoro) melaksanakan sekolah edukasi gerabah berbasis kearifan lokal di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Falakhiyah Desa Rendeng, Kecamatan Malo, Kamis (17/7/2025). Kegiatan ini bertujuan menanamkan rasa bangga dan cinta anak-anak terhadap budaya lokal khususnya kerajinan gerabah Desa Rendeng.
Sekolah edukasi menyasar siswa-siswi kelas 2 hingga 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Falakhiyah Rendeng. Para siswa mendapat materi mengenai geopark dan juga gerabah Rendeng dari mahasiswa KKN TK Unigoro Kelompok 15.
Kegiatan berlangsung interaktif. Mahasiswa KKN TK Unigoro Kelompok 15 memberikan pertanyaan tentang materi yang diberikan kepada siswa. Bagi yang bisa menjawab mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi.
“Kami senang ada kakak KKN TK Universitas Bojonegoro Kelompok 15 di sekolah karena bisa belajar bersama dan mendapat hadiah,” kata Rafa salah satu siswa.
“Kami siap menjaga dan melestarikan wisata edukasi gerabah Desa Rendeng supaya Wisata Edukasi Gerabah dapat terus berkembang dan dikenal banyak orang,” timpal Afis.
Ketua Kelompok 15 KKN-TK Unigoro, Dimas Syahputra Aidil Laqod menjelaskan, sekolah edukasi di MI Falakhiyah ini bertujuan untuk menanamkan rasa bangga dan cinta anak-anak terhadap budaya lokal khususnya kerajinan gerabah di desa Rendeng.
“Melalui kegiatan edukatif ini kami harapkan dapat menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kerajinan gerabah yang ada di Desa Rendeng,” ujar Dimas.
Edukasi sekolah di MI ini menjadi langkah awal yang dilakukan mahasiswa KKN-TK Kelompok 15 untuk memperkenalkan konsep geopark kepada anak-anak. Juga sebagai bentuk upaya membangun kesadaran mereka bahwa Wisata Edukasi Gerabah (WEG) yang ada di Desa Rendeng.
“Ini harus senantiasa dijaga dan dilestarikan demi keberlanjutan Wisata Edukasi Gerabah,” tegasnya.
Sebelum edukasi dimulai, siswa-siswi MI Falakhiyah diajak senam bersama. Kegiatan ini untuk menciptakan suasana yang menyenangkan dan penuh semangat sebelum memasuki ruang kelas masing-masing.(red)





