SuaraBanyuurip.com – Menumbuhkan kesadaran dan kepedulian warga diperlukan untuk membangun dan mengembangkan sebuah wisata desa. Dengan begitu, warga akan tergerak memaksimalkan potensi yang ada desanya untuk menciptakan peluang ekonomi.
Cara tersebut dilakukan mahasiswa KKNTK-21 Unigoro di Desa Klino, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro. Mahasiswa menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) sebagai narasumber untuk memberikan sosialisasi sadar wisata kepada warga Desa Klino, Rabu (23/7/2025), di balai desa setempat.
Materi sosialisasi yang dipaparkan sesuai program kerja (Proker) KKNTK-21. Banyak poin penting yang didapat warga.
Sekretaris Disbudpar, Lukiswati menyampaikan, Desa Klino ini memiliki banyak potensi. Di desa ini terdapat hutan yang luas, pohon-pohon, dan mayoritas masyarakatnya petani ada bawang merah, perkebunan buah durian dan jenis buah lainnya.
Potensi tersebut, lanjut dia, bisa dikembangkan menjadi sebuah wisata desa di Kabupaten Bojonegoro. Agar memberikan manfaat secara berkelanjutan.
“Bila masyarakat tidak peduli menjaga hutan dengan baik, bahkan sampai ada penebangan pohon, tidak hanya masyarakat Desa Klino sendiri yang rugi. Desa sekitar pun tentu akan mengalami kekeringan dan kesulitan air saat kemarau. Bahkan banjir bandang saat musim hujan,” jelas Lukiswati.
Untuk itu, Lukiswati meminta kepada masyarakat yang hadir, ke depannya bisa menyiapkan berbagai dukungan prasarana di desa Klino. Mulai dari penyediaan homestay, UMKM dan kesiapan wisatanya.
“Klino ini sudah memiliki modal potensi sumber daya alam untuk dijadikan wisata. Tinggal keseriusan masyarakat untuk memaksimal potensi yang ada. Kalau itu terwujud, bukan tidak mungkin Klino akan menjadi gerbang pariwisata Bojonegoro, karena lokasinya berada paling selatan dan berbatasan dengan beberapa kabupaten,” tuturnya.
Menurut Lukiswati, memaksimalkan potensi desa ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Setiap tahun potensi desa akan dilombakan melalui program Medhayoh desa se-Bojonegoro. Desa terbaik yang terpilih juara akan dijadikan agenda program tetap Medhayoh kembali di desanya.
“Program medhayoh ini bagaimana membuat orang luar daerah datang ke sini. Kalau banyak yang datang ke sini tentu ini akan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Mulai dari jasa penginapan, kuliner dan industri kecil lainnya akan tumbuh. Dan, itu bisa ditangkap warga Klino,” jelasnya.
Pemkab Bojonegoro melalui Disbudpar, lanjut Lukiswati akan membantu mengoneksikan dukungan serta menjebatani dengan multipihak. Misalnya dalam hal transportasi menuju Agrowisata Klino. Sehingga kebutuhan calon wisatawan ke Klino akan menjadi lebih mudah.
Begitu juga dalam dukungan penguatan kapasitas dalam sumber daya manusia (SDA) manajemen pengelolaan Agrowisata Pertanian Terpadu bagi warga Desa Klino.
“Ini sangatlah penting. Sebab, dengan manajemen pengelolaan yang baik, agrowisata pertanian terpadu akan mudah berkembang. Baik potensi wisata maupun pertanian akan membuka peluang berkembangnya UMKM di sini,” pungkasnya.
Selama sosialisasi berlangsung, puluhan warga yang turut hadir terlihat antusias. Mereka sangat senang menyimak paparan yang disampaikan Disbudpar Kabupaten Bojonegoro.(red)





