SuaraBanyuurip.com – Paijan Sukmadikrama
Tuban – Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dituntut memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar, dan tak lelah melakukan inovasi. Sisi itu diantara bagian dari sikap professional yang dimiliki para pegawai.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Tuban, Jawa Timur, Joko Sarwono, saat membuka kegiatan Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas (PKTBT) dalam rangka Latihan Dasar (Latsar) CPNS Pemkab Tuban Tahun 2024, di ruang RH Ronggolawe Setda Tuban.
“CPNS harus peka terhadap kondisi masyarakat, mampu menangkap persoalan dan memberikan alternatif penyelesaian dengan cepat dan tepat,” ujar Joko Sarwono di hadapan 52 orang CPNS dalam kegiatan tersebut. Tampak hadir dalam kegiatan itu Sekda Tuban Dr Budi Wiyana, dan jajaran OPD terkait di lingkup Pemkab Tuban.
Menurut mantan Kepala Bappeda Tuban itu, menekankan pentingnya kepekaan sosial bagi para CPNS. Diaharapkan CPNS hasil seleksi tahun 2024 itu tidak hanya memahami tugas administratif, tetapi juga mampu membaca kondisi di sekitarnya. Baik dari aspek sosial, ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan publik.
Pada bagian lain alumni SMAN 1 Tuban tahun 1995 itu menambahkan, Pemkab Tuban mendorong CPNS agar terus mengembangkan kreativitas dan inovasi. Semangat berinovasi menjadi kunci percepatan program-program strategis pemerintah, sekaligus peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Tujuannya mendorong pelayanan publik yang lebih efisien dan responsive, Untuk itu dibutuhkan aparatur yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga kreatif dan adaptif,” papar bekas Camat Semanding itu dalam pers rilis dari Media Centre Pemkab Tuban yang diterima SuaraBanyuurip.com, Selasa (29/07/2025).
Penggemar berat lagu-lagu band legendaris dengan personil asal Tuban, Kus Plus, itu menyoroti CPNS yang saat ini didominasi generasi milenial. Dia harapkan, mereka mampu membawa semangat baru dalam birokrasi. Mereka diharapkan menciptakan terobosan-terobosan dan memberikan warna baru dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Generasi muda di pemerintahan harus jadi motor penggerak perubahan, bukan sekadar ikut arus, tetapi menciptakan arus yang membangun,” tambah lelaki berambut putih itu panjang lebar. PKTBT Latsar menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter dan kompetensi aparatur sipil negara yang profesional, adaptif, serta mampu menjawab tantangan zaman.
Sedangkan Sekretaris BKPSDM Tuban, Irma Putri Kartika, mengatakan, PKBT Latsar CPNS diikuti 52 orang yang terdiri dari 46 orang CPNS Kabupaten Tuban, satu orang Purna Praja IPDN, dan lima orang alumni STTD. Sebanyak 46 orang CPNS akan mengikuti rangkaian Latsar selanjutnya di BPSDM Jawa Timur. Sedangkan seorang purna praja dan lima alumni STTD akan melanjutkan rangkaian Latsar di Kemendagri RI Regional Yogyakarta.
Mereka akan menerapkan pembelajaran blended learning, berupa Learning Manajemen System (LMS), belajar mandiri, dan studi lapangan. Metode ini dimaksudkan agar peserta dapat mengidentifikasi, serta memecahkan masalah yang menjadi isu strategis. Sedangkan pengampunya Kodim 0811/Tuban, BKPSDM, Bapperida, Inspektorat, Diskominfo-SP, dan OPD pengampu lainnya. (jan)