SuaraBanyuurip.com – Mahasisa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Kelompok 21 memberikan pelatihan membatik ecoprint kepada siswa SDN 1 Klino, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (29/7/2025). Pelatihan ini merupakan program Kerja (proker) utama mahasiswa KKNTK Unigoro kelompok 21 Sekolah Alam.
Pelatihan melibatkan narasumber Cussaybienna, sekaligus perajin batik ecoprint dari Trucuk. Platihan membatik ecoprint dalam Ngalam Ecoprint sebagai sub proker Sekolah Alam KKN-TK Unigoro kelompok 21 Unigoro.
Sebanyak 38 siswa dari kelas empat mulai pukul 08.00 Wib, sudah duduk lesehan beralaskan “tikar trepal” di halaman SDN 1 Klino. Sehari sebelumnya, para siswa diberitahu agar membawa palu kayu, uleg atau sejenis sebagai alat pemukul saat praktik membatik.
Sebelum mulai pelatihan membatik, para siswa dikenalkan tentang batik ecoprint oleh Cussaybienna sebagai pemandu latihan dan didampingi para mahasiswa KKNTK-21. Anak-anak sangat serius menyimak penjelasan narasumber, karena pelatihan ini baru pertama kali. Diantaranya, bahan dalam membatik ecoprint apa saja, cara membatiknya bagaimana, jenis dedaunan apa, hingga media (kain) yang bagus jenis apa.
Selama dua jam, mulai pukul 08.00 Wib hingga 10.00 Wib, setiap siswa harus mengerjakan satu karya batik. Masing-masing siswa diberi kain ukuran 20×30 sentimeter sebagai media yang digunakan praktik membatik. Selama pelatihan, masing-masing siswa didampingi oleh para mahasiswa.

Cussaybienna mengatakan, batik ecoprint merupakan batik yang berproses warna alami dari bahan alam. Memanfaatkan bahan yang ada di lingkungan sekitar dan memberi pesan alam dan lingkungan.
“Ini melatih kreativitas anak-anak, juga mendekatkan mereka dengan peduli alam dan lingkungan,” kata Cussaybienna.
Sementara itu Moh Ilham Fahrudin, sebagai fasilitator dari mahasiswa KKNTK Unigoro kelompok 21 memaparkan, dengan kegiatan pelatihan ini siswa bisa memanfaatkan potensi lingkungan sekitar tinggalnya. Para siswa juga mengenal jenis batik ecoprint yang bisa memiliki nilai jual.
“Kreativitas anak-anak diharapkan bisa mengembangkan batik ecoprint ini untuk ke depannya. Dengan memiliki khas desanya, corak daun buah dan juga bunga,” pungkas Ilham.(red)





