SuaraBanyuurip.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Kelompok 21 Universitas Bojonegoro (Unigoro) memberikan pelatihan siaga wisata aman bencana (Siwana) di Desa Klino, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (1/8/2025). Pelatihan ini untuk mendukung pengembangan pariwisata di Desa Klino.
Pelatihan Siwana ini merupakan salah satu program kerjs (Proker) Sekolah Alam yang dijalankan KKN-TK Kelompok 21 Unigoro. Pelatihan ini perlu diberikan karena geografis Desa Klino berada di pegunungan, yang berpotensi terjadi bencana alam.
Pelatihan dilaksanakan dua sesi (dua hari). Yakni sesi pertama, materi pelatihan diberikan kepada warga dan pengelola wisata tentang jenis potensi kebencanaan di Kabupaten Bojonegoro secara umum. Sedang sesi dua pada Sabtu (2/8/2025), dilaksanakan simulasi.
Dalam sesi pertama, masyarakat dan pengelola wisata Desa Klino ini selain mendapatkan wawasan tentang kebencanaan secara umum, juga mendapatkan materi teknik alur komunikasi menggunakan radio HT, memberikan respons cepat dan penganganannya saat terjadi bencana.
“Sehingga mereka akan mampu mengaplikasikannya di kawasan wisata nantinya. Harapannya, pengunjung wisata akan merasa aman dan terlindungi,” kata M.Nurcholis, Agen Informasi Bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, saat menjadi narasumber.
Bilqis Ghoniya Zuhrufa, ketua KKNTK Unigoro kelompok 21 menyampaikan, peserta pelatihan ini diikuti oleh 30 orang dari berbagai unsur. Pemdes, pemuda, tokoh masyarakat dan pengelola wisata (Pokdarwis) serta Linmas Desa Klino.
“Materi pelatihan sesi pertama ini kami memberikan materi sosialisasi. Masyarakat dan pengelola wisata akan mengenal berbagai jenis bencana dan potensi ancaman, juga teknik penanganannya,” tuturnya.
Sementara itu, selama pelatihan para peserta sangat serius menyimak paparan yang disampaikan narasumber. Bahkan, salah satu anggota Linmas, Pak Bo turut memberikan apresiasi, bahwa pelatihan ini penting dan sangat bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kegiatan ini sangat bagus. Apalagi besok, hari Sabtu (2/8/2025) juga dilanjutkan kegiatan praktik simulasinya,” tegas Pak Bo yang juga Danton Linmas desa setempat.
Menurut Pak Bo, nantinya harus ada tindaklanjut sering dilaksanakan pelatihan. Agar semua bagian ini memiliki kesamaan tujuan untuk memajukan Desa Klino. Termasuk dalam mengelola sektor wisata dan menjamin keamanan dan keselamatan kepada wisatawan pengunjung.
Kepala Desa Klino, Dwi Nurjayanti juga turut memberikan apresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKNTK-21 ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat dan keren.
“Saya apresiasi dan acungi jempol kepada tim mahasiswa Unigoro. Kegiatannya super keren sekali,” katanya lewat media sosial.(red)





