SuaraBanyuurip.com – Agrowisata Desa Klino, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (2/8/2025), tiba-tiba longsor. Pengunjung yang sedang memetik buah panik. Mereka semburat berlarian menyelematkan diri.
Petugas keamanan wisata yang sedang berpatroli di kawasan Agrowisata mengetahui kejadian tersebut bergerak cepat menghubungi pos keamanan melalui pesawat radio HT. Petugas pos menggerakkan personil tim penolong menuju lokasi kejadian bencana longsor untuk mengevakuasi wisawatan.
Beberapa saat kemudian petugas wisata menemukan satu korban patah tulang tangan. Petugas kembali melaporkan ke pos keamanan meminta bantuan segera mengevakuasi darurat. Suasana semakin mencekam, pengunjung semakin takut dan panik. Khawatir bakal terjadi longsor susulan.
Setelah korban pertama berhasil dievakuasi, petugas menemukan lagi korban kedua. Yakni, seorang ibu-ibu muda sedang kondisi hamil tua. Tampak ibu hamil tersebut mengalami pendarahan dan sulit bergerak dan berdiri. Wajahnya tampak pucat dan takut setelah mengalami pendarahan.
Petugas pun segera menghubungi pos keamanan wisata untuk mengirimkan tim medis dan ambulans. Korban harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan kedaruratan, karena kondisinya sudah mengkhawatirkan. Mengalami pendarahan mengalir hingga kaki.

Kepala Keamanan Agrowisata Klino, Pak Bo mencatat jumlah keseluruhan korban dampak akibat bencana tebing longsor sebanyak 57 orang, 2 diantaranya korban luka berat dan ibu hamil mengalami pendarahan.
“Dari kejadian bencana longsor ini, data jumlah pengunjung semuanya ada 57 orang wisatawan. Korban selamat 55 orang, luka berat dengan tulang tangannya patah 1 orang, kelompok rentan ibu hamil mengalami pendarahan 1 orang,” beber Pak Bo.
Bencana longsor di Agrowisata Desa Klino tersebut bukan kejadian nyata. Peristiwa ini merupakan kegiatan simulasi yang diberikan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) kelompok 21 Universitas Bojonegoro (Unigoro) kepada warga Desa Klino. Kegiatan ini merupakan praktik langsung simulasi siaga wisata aman bencana (SiWANA).
Simulasi melibatkan 30 warga Desa Klino dari berbagai unsur ini. Sehari sebelumnya, 30 warga tersebut telah dibekali materi wawasan tentang kebencanaan yang diberikan narasumber dari Agen Informasi Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan tersebut sesuai narasi naskah sebagai “blueprint” simulasi.
Menurut Ketua KKNTK-21 Unigoro, Bilqis Ghoniya Zuhrufa, yang mewakili semua mahasiswa di Desa Klino menyampaikan, bahwa pembekalan materi pelatihan dan praktik simulasi ini dipersembahkan sepenuhnya untuk warga setempat. Tujuannya bisa memberikan manfaat positif untuk pengelolaan manajemen pariwisata desa ke depannya.
“Kami sangat berterimakasih sekali kepada warga yang selama dua hari (Jumat-Sabtu) telah mengikuti kegiatan ini. Semoga semua pengabdian kami di Desa Klino ini bisa memberikan manfaat kebaikan, berdampak positif pada kemajuan desa,” tutur Bilqis.(red)





