SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, hari ini menerbitkan hasil cek kesehatan gratis (CKG), Rabu (6/8/2025). Hasil CKG dihelat di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Padangan, pada Senin (4/8/2025) kemarin itu menyebutkan ratusan pelajar terindikasi mengalami gangguan kesehatan.
Kepala Dinkes (Kadinkes) Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati mengungkapkan, sebanyak 938 siswa SMPN 1 Padangan mengikuti Kick-Off CKG yang ditinjau langsung Menko PMK Pratikno dan Dirjen Kemenkes, dr. Azhar Jaya.
Hasilnya, dari 938 pelajar yang telah diperiksa kesehatannya, terdapat 63 siswa terindikasi gangguan visus mata, 34 siswa gejala hipertensi, 1 siswa terindikasi diabetes, 79 siswa terindikasi anemia atau kekurangan darah, dan 1 siswa mengalami gejala gangguan pada telinga.
“Gejala mendominasi para siswa yakni anemia dan gangguan visus mata, sedangkan sisanya dalam kondisi baik,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (6/8/2025).
Diwartakan sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, menyatakan keprihatinannya atas hasil temuan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah yang terlaksana di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Padangan, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Menteri di Kabinet Merah Putih asli Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo tersebut prihatin sebab mendapati laporan sejumlah gejala dialami oleh para siswa, mulai dari masalah kesehatan gigi, mata, hingga kasus gula darah yang tinggi melampaui batas bagi pelajar SMP.
“Ini sebuah penemuan yang memprihatinkan,” kata Pratikno dalam wawancara cegat kepada Suarabanyuurip.com di sela-sela kegiatan Kick – off CKG Sekolah di SMPN 1 Padangan, Senin (4/8/2025).
Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak turut serta menjaga anak-anak agar meningkatkan kualitas kesehatannya. Pertama diantaranya yaitu menjaga asupan makanan bergizi dengan komposisi rendah kadar gula, rendah lemak, dan nutrisi lengkap.
Berkaitan latar belakang dimaksud, lanjut Pratikno, Presiden Prabowo Subianto mempercepat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah. MBG dinilai penting sebagai pencegahan masalah asupan gizi kepada pada pelajar.
“Tolong dikontrol juga jajan jajanan di sekolah, apalagi kantin sekolah,” lanjut kakak kandung Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono ini.
Sedangkan, Ninik Susmiati menyatakan, jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang terlibat sebanyak 80 orang, berasal dari 10 Puskesmas, mulai Padangan, Kasiman, Kedewan, Tambakrejo, Ngraho, dan puskesmas lainnya di wilayah barat.
“80 nakes terlibat dalam CKG Sekolah ini terbagi dalam delapan tim, masing-masing tim terdiri 10 orang, temuan dan hasil detailnya akan kami rekam dan kami laporkan,” tandasnya.(fin)





