SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, menyatakan keprihatinannya atas hasil temuan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah yang terlaksana di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Padangan, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Menteri di Kabinet Merah Putih asli Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo tersebut prihatin sebab mendapati laporan sejumlah gejala dialami oleh para siswa, mulai dari masalah kesehatan gigi, mata, hingga kasus gula darah yang tinggi melampaui batas bagi pelajar SMP.
“Ini sebuah penemuan yang memprihatinkan,” kata Pratikno dalam wawancara cegat kepada Suarabanyuurip.com di sela-sela kegiatan Kick – off CKG Sekolah di SMPN 1 Padangan, Senin (4/8/2025).
Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak turut serta menjaga anak-anak agar meningkatkan kualitas kesehatannya. Pertama diantaranya yaitu menjaga asupan makanan bergizi dengan komposisi rendah kadar gula, rendah lemak, dan nutrisi lengkap.
Berkaitan latar belakang dimaksud, lanjut Pratikno, Presiden Prabowo Subianto mempercepat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah. MBG dinilai penting sebagai pencegahan masalah asupan gizi kepada pada pelajar.
“Tolong dikontrol juga jajan jajanan di sekolah, apalagi kantin sekolah,” lanjut kakak kandung Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono ini.
Peningkatkan kualitas kesehatan yang ke dua, kata mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) periode Presiden Joko Widodo itu, yakni dengan cara berolahraga. Olahraga dinilai penting untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul.
“Tadi Pak Dirjen (Azhar Jaya, red.) juga menyampaikan banyak anak yang menghadapi masalah (kesehatan) mata, ini diduga karena kebanyakan nonton gadget,” bebernya.
Untuk itu, ia mengajak serta, baik kepada para pelajar, masyarakat luas, dan pemerintah daerah, bersama – sama terlibat dalam hal pembatasan penggunaan gadget pada anak didik. Supaya mereka menggunakan handphone (hp) secara cerdas dan bijak.
“Jangan sampai screentime-nya (waktu menatap layar, red.) terlalu lama. Rata-rata masyarakat Indonesia melihat hp sudah lebih dari 7 jam per hari. Bahkan temuan survei kami, anak anak yang di bawah usia dua tahun nggak mau makan terus dikasih gadget supaya mau makan, nah ini juga cara yang tidak benar,” tuturnya.
“Oleh karena itu kami titip pada Pak Bupati, Bu Wabup, Bapak/Ibu Kepala Sekolah, para guru, mohon masalah penggunaan alat memasuki dunia digital agar dilakukan edukasi dan dikontrol jangan sampai berlebihan, harus dimanfaatkan untuk kepentingan yang baik,” lanjutnya.
Dalam hal demikian, dia katakan, bahwa pemerintah tidak bisa sendirian. Melainkan harus bersama sama seluruh komponen masyarakat mengontrol paparan dunia digital, misalnya mengenai hoaks, dan bahkan pornografi, termasuk perihal pengaruhnya menjaga kesehatan masyarakat.
Di tempat yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Azhar Jaya menyatakan, bahwa hasil pemeriksaan akan ditindaklanjuti oleh para kepala puskesmas agar dapat dirawat untuk pencegahan sebelum menjadi suatu penyakit.
“Nanti gratis perawatannya, kan sudah dicover oleh BPJS,” tandasnya.(fin/Adv)





