SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mencatat hingga Agustus telah menangani 121 kejadian kebakaran. Rerata penyebab kebakaran akibat korsleting listrik atau hubungan arus pendek.
“Pada periode tersebut didominasi peristiwa kebakaran rumah sebanyak 28 kejadian,” kata Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Bojonegoro Siswoyo.
Dia mengatakan, kejadian kebakaran di wilayah Bojonegoro rata-rata disebabkan karena korsleting listrik. Kebocoran gas elpiji juga menjadi penyebab terjadinya kebakaran.
“Rumpun bambu dan sejenisnya juga tak luput dari sasaran kebakaran yang disebabkan karena membakar sampah sembarangan,” kata mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro itu, Minggu (10/8/2025).
Namun hingga Agustus dari total sebanyak 121 kejadian, peristiwa kebakaran rumah mendominasi sebanyak 28 kejadian. Siswoyo menyebut, total kerugian akibat kebakaran mencapai Rp 2,6 miliar.
Ia mengungkapkan, peristiwa kebakaran kerap terjadi karena faktor kelalaian. Seperti lupa mematikan kompor, bediang kandang sapi dan sebagainya.
Menurut Siswoyo, kejadian kebakaran sebenarnya bisa diantisipasi. Salah satunya meningkatkan waspada dan antisipasi saat beraktivitas menggunakan api, misalnya memasak dan lainnya.
“Terutama mengganti kabel listrik yang sudah berusia puluhan tahun. Hal ini agar tidak terjadi korsleting listrik,” pungkasnya.(jk)






