Kemensos RI Salurkan Bantuan untuk Arieyoko, Seniman Bojonegoro Korban Kebakaran

Kemensos salurkan bantuan
Perwakilan Kemensos RI, Abdul Halim (rompi merah) menyerahkan bantuan kepada Arieyoko di Bojonehoro. Seniman dan mantan wartawan yang rumahnya ludes terbakar.(istimewa)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) menyalurkan bantuan kepada seniman Bojonegoro, Arieyoko (72), yang rumahnya hangus dilalap kebakaran beberapa waktu lalu.

‎Selain dikenal seorang seniman, Arieyoko adalah Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pertama di Bojonegoro. Bantuan diserahkan langsung di kediamannya, Kelurahan Ledokkulon, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2026).

‎Bantuan yang diberikan berupa beras 20 kilogram, kasur lipat, matras, pakaian, perlengkapan mandi, peralatan dapur, selimut, serta bantuan stimulan senilai Rp25 juta untuk perbaikan rumah.

‎Penyaluran bantuan dilakukan oleh Abdul Halim dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Kementerian Sosial RI. Turut hadir menyaksikan Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Bencana Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro Junaedi, perwakilan Dinsos Jawa Timur, Pemerintah Kelurahan Ledokkulon, serta staf Kecamatan Bojonegoro.

‎”Ini bantuan stimulan semata dari Kemensos RI,” kata Abdul Halim.

‎Menurut Abdul Halim, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kehadiran negara bagi warga yang terdampak bencana. Setelah dari Bojonegoro, tim Kemensos RI dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Probolinggo untuk menangani kasus kebakaran rumah serupa.

Baca Juga :   Kyai dan Tokoh Nahdliyin di 13 Kecamatan Serentak Gelar Dungo Bareng untuk Kelancaran Wahono-Nurul 

‎Halim juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada selama musim kemarau. Cuaca yang panas dan kering berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, terutama yang dipicu gangguan instalasi listrik.

‎Bantuan tersebut diberikan setelah rumah Arieyoko di Jalan Anggrek 21B, Wisma Indah Timur, Bojonegoro, terbakar pada Kamis (11/6/2026) lalu. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada panel utama di bagian atap rumah.

‎Peristiwa itu menghanguskan hampir seluruh harta benda milik Arieyoko. Dua telepon genggam, laptop, televisi, kulkas, pakaian, ijazah, hingga berbagai dokumen penting tak berhasil diselamatkan.

‎”Saya dimiskinkan Tuhan,” ujar Arieyoko kepada Suarabanyuurip.com mengenang musibah yang menimpanya.

‎Pria yang pernah menjadi Wartawan Suara Merdeka Semarang, Harian Berita Buana Baru Jakarta, dan Harian Republika itu mengaku saat ini masih dapat menempati rumahnya. Sebab tersisa dua kamar yang dapat dipakai sekadar untuk tidur.

‎Sebelumnya, Arieyoko juga telah menerima bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro yang diserahkan melalui Bidang Penanganan Bencana pada Senin (15/6/2026).(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Empat Rumah di Bojonegoro Dilalap Si Jago Merah

Pos terkait