SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Ketua DPD Golkar Bojonegoro Mitro’atin menyampaikan, musyawarah daerah (Musda) merupakan tongkat estafet kepemimpinan yang wajib dilakukan untuk masa depan Golkar.
“Sebentar lagi saya akan segera demisioner dari Ketua Golkar Bojonegoro setelah 10 tahun mengabdi,” kata Mitroatin di Musda XI DPD Partai Golkar Bojonegoro, Jawa Timur, telah resmi dibuka di Hotel Eastern, Senin (18/8/2025) siang.
Musda XI DPD Partai Golkar Bojonegoro dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Ketua DPRD Bojonegoro Abdullah Umar, Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni, serta pimpinan partai politik daerah seperti Ketua Partai Demokrat Sukur Priyanto, Ketua PPP KH Sunaryo Abuma’in, dan Ketua PKS Bojonegoro
Mitroatin mengatakan, selama kepengurusan hingga sekarang telah mengibarkan panji-panji Golkar di seluruh pelosok desa Bojonegoro. Hal tersebut, ia lakukan untuk kemajuan Golkar agar lebih dekat dengan masyarakat.
“Seluruh desa di Bojonegoro sudah saya kunjungi untuk menyuarakan Golkar,” jelas Wakil Ketua III DPRD Bojonegoro itu.
Mitro’atin juga mengucapkan terima kasih kepada kepengurusan yang telah membersamai selama dua periode. Tentu kata dia, selama menjabat sebagai Ketua Golkar pasti pernah menimbulkan kekecewaan, dan hal itu di luar kekuasaannya.
“Saya berharap, pasca musda ini Golkar harus tetap kondusif jangan sampai ada masalah. Kolaborasi dan sinergi harus tetap berjalan,” ungkapnya.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Musda XI DPD Partai Golkar. Ia menyampaikan adanya musda merupakan kematangan politik Partai Golkar, karena regenerasi harus tetap berjalan.
“Golkar bukan partai baru. Sejak saya kecil, Golkar sudah ada dan mengakar kuat di tengah masyarakat. Saya percaya, Golkar akan terus memberi kontribusi besar, tidak hanya untuk Bojonegoro, tetapi juga Jawa Timur dan Indonesia,” tandasnya..(jk)





