Petani Jalur Pipa Minyak Lapangan Banyu Urip Terapkan Pertanian Alami

Pertanian alami jalur pipa minyak Banyu Urip.
TEMU TANI: Direktur Socioeconomic Asia Pacific & Europe, ExxonMobil Corporation, Azi N. Alam mengapresiasi keberhasilan program pertanian alami di jalur pipa minyak Banyu Urip, Blok Cepu yang terapkan petani di Kabuparen Tuban.(ist)

SuaraBanyuurip.com – Petani di sekitar jalur pipa minyak Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu di Kabupaten Tuban, Jawa Timur kini pelan-pelan melepas ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia. Melalui sebuah program kolaborasi, mereka berhasil menerapkan pertanian alami yang tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga menguatkan sinergi dalam menjaga keamanan aset vital negara.

Pencapaian tersebut dipaparkan dalam kegiatan Temu Tani di Desa Kepohagung, Kecamatan Plumpang, pada Selasa (19/8/2025).

Sejumlah petani, mengenakan kaus putih bertuliskan “Bebarengan Urip Ayem lan Aman”, tampak antusias saat mempraktikkan pembuatan pestisida nabati. Mereka berjongkok di atas rumput, meracik bahan-bahan alami seperti pepaya hijau dan dedaunan. Proses ini menjadi bagian dari program yang diinisiasi oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Peternakan Kabupaten Tuban.

Selama 6 minggu terakhir, para petani dari enam desa, yaitu Cendoro, Trutup, Kepohagung, Sumurjalak, Banjaragung, dan Sawahan, telah dilatih membuat pestisida nabati. Hasilnya, mereka merasakan dampak positif yang signifikan.

“Selain hemat, hasil panennya lebih baik,” kata Yafid, petani dari Desa Cendoro, Kecamatan Palang.

Petani jalur pipa minyak Banyu Urip.
Petani dari enam desa jalur pipa minyak Banyu Urip di Kabupaten Tuban saat menghadiri Temu Tani di Desa Kepohagung, Kecamatan Plumpang.

Yafid menyebut, peningkatan keuntungan setelah menggunakan pestisida nabati bisa mencapai 20 hingga 30 persen, sementara biaya produksi untuk pestisida dapat dihemat hingga 50 persen.

Selain manfaat ekonomi, program ini juga memperkuat kolaborasi antara petani, relawan, dan petugas keamanan dalam menjaga keselamatan jalur pipa minyak Lapangan Banyu Urip.

“Kami merasa ikut memiliki dan bertanggung jawab. Jalur pipa ini adalah bagian dari kampung halaman kami,” ujar Utomo, petani dari Desa Sawahan, Kecamatan Rengel.

Apresiasi terhadap sinergi ini disampaikan oleh Azi N. Alam, Direktur Socioeconomic Asia Pacific & Europe, ExxonMobil Corporation, yang turut hadir dalam acara tersebut. Menurutnya, keberhasilan program di Tuban, Bojonegoro, dan Blora, dapat menjadi percontohan bagi pengembangan proyek ExxonMobil di seluruh dunia.

“Kami terus bertumbuh bersama masyarakat di sekitar operasi,” kata Azi.

Petani jalur pipa minyak Banyu Urip.
Petani jalur pipa minyak Banyu Urip binaan ExxonMobil praktik membuat pestisida alami yang bisa meningkatkan produksi dan menghemat biaya tanam.

Supriyono, Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Peternakan Tuban, menilai program ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Ia berharap model kolaborasi ini dapat terus berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain.

Pencapaian para petani Tuban membuktikan bahwa sinergi antara swasta, pemerintah, dan masyarakat dapat menciptakan keberlanjutan ekonomi dan lingkungan secara bersamaan. Pertanian alami kini bukan sekadar praktik, melainkan solusi nyata yang memberikan harapan bagi masa depan pertanian di Kabupaten Tuban.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait