SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop-UM) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) “Rencana Bisnis Sektor Riil Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD/KMP). Melalui bimtek ini koperasi merah putih diharapkan dapat mengoptimalkan bisnisnya untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan bisa memperkuat ekonomi desa.
Bimtek koperasi merah putih dilaksanakan di Ruang Rapat Angling Dharmo gedung pemkab lama. Dihadiri Bupati Bojonegoro, Kejaksaan Negeri, Komisi B DPRD, narasumber dari PT. Pupuk Indonesia, PT. ID Food, Bulog, dan Pertamina. Serta Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, yang hadir secara daring.
Bimtek koperasi merah putih diselenggarakan selama dua hari, Selasa dan Rabu, (23-24/9/ 2025). Sebanyak 218 Ketua KD/KMP dari 12 kecamatan mengikuti bimtek pada hari pertama. Kemudian sisanya, 16 kecamatan mengikuti bimtek pada hari ke dua.
Kepala Disdagkop-UM Kabupaten Bojonegoro, Retno Wulandari menjelaskan, kegiatan ini terlaksana berlandaskan pada Undang-Undang (UU) Nomor 25 Tahun 1992, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2025, dan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 246 Tahun 2025. Serta Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Disdagkop-UM Kabupaten Bojonegoro Tahun 2025.
Latar belakangnya, setelah KD/KMP memasuki tahapan pendirian, dimulai dari musyawarah desa, penyusunan anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART), pembuatan akta pendirian dan pengajuan legalitas, maka KDKMP mulai memetakan potensi yang ada di wilayah masing-masing. Potensi itu akan menjadi penentu jenis usaha yang paling ideal untuk dijalankan, dan tidak sama untuk masing-masing KD/KMP.
Menurut Retno, kendala utama KD/KMP saat ini rata-rata masalah permodalan. Namun pararel menunggu regulasi, persiapan harus terus dilakukan. Salah satunya menyusun rencana bisnis.
“Maksud dan tujuan kegiatan (bimtek) ini, memberikan penjelasan tentang teknis rencana bisnis sektor riil yang diharapkan akan menjadi dasar strategi pengembangan koperasi sesuai dengan tujuan utamanya yaitu kesejahteraan anggota dan bisa memperkuat ekonomi desa,” kata Retno Wulandari.
Selain bimtek, kegiatan dirangkai penyerahan Akta Pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang dihadiri oleh Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Notaris Indonesia Kabupaten Bojonegoro. Penerimaan akta diwakili secara simbolis oleh 12 Ketua KD/KMP dari 12 kecamatan.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat semakin memperkuat kapasitas kelembagaan KD/KMP dan menjalankan rencana bisnis sektor riil secara lebih profesional, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan di Kabupaten Bojonegoro,” ujar Retno.

Sementara, Bupati Setyo Wahono mengatakan, KD/KMP adalah semangat dari Presiden Prabowo dalam memberikan kesejahteraan yang lebih baik kepada masyarakat desa, dan menggali potensi lokal yang ada di masing-masing desa dengan dukungan dari badan usaha dan instrumen negara yang sudah terbentuk.
“Prinsipnya adalah menjawab kebutuhan warga desa atau kelurahan dan menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang mandiri dan berdaulat untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat,” tegasnya.
Pria asli Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo ini menyebut, peserta bimtek akan mendapat paparan dari para narasumber secara terperinci terkait hal-hal teknis untuk bisnis riil KD/KMP. Selain itu dapat lebih memastikan kebutuhan pokok di desa mendapat harga yang lebih murah.
Dari bimtek tersebut peserta akan dapat menggali potensi lokal lebih dalam untuk kemudian dapat dijual dengan terbentuknya jaringan KD/KMP. Sehingga mata rantai distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat lebih pendek, karena bisa langsung masuk ke KD/KMP.
Bupati Wahono berharap negara memberikan konsep ke depan bahwa pasar itu akan dipermudah dengan jaringan-jaringan yang sudah dibentuk oleh KD/KMP.
“Saya juga berharap para pengurus KD/KMP bisa amanah dan berintegritas, dapat mengelola koperasi secara akuntable, transparan, dan kredibel agar terwujud masyarakat Bojonegoro yang sejahtera, makmur, dan membanggakan,” tuturnya.

Ketua KDMP Brabowan, Desa Gayam, Parmani mengaku, bimtek renbis dari Pemkab Bojonegoro dirasa sangat bermanfaat bagi KDMP untuk membangun usaha dalam rangka mensejahterakan masyarakat desa. Karena di dalam bimtek juga disampaikan bagaimana KD/KMP bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Apalagi juga ada dari DPRD dan kejaksaan supaya kita harus hati-hati dalam dalam mengelola keuangan KD/KMP,” tandasnya.(fin/adv)
Berikut daftar peserta bimtek, Selasa, 23 September 2025 diikuti oleh perwakilan dari:
1. Kecamatan Balen
2. Kecamatan Baureno
3. Kecamatan Bojonegoro
4. Kecamatan Bubulan
5. Kecamatan Dander
6. Kecamatan Gayam
7. Kecamatan Gondang
8. Kecamatan Kalitidu
9. Kecamatan Kanor
10. Kecamatan Kapas
11. Kecamatan Kedungadem
12. Kecamatan Kepohbaru
Hari Rabu, 24 September 2025 diikuti oleh perwakilan dari:
1. Kecamatan Kasiman
2. Kecamatan Kedewan
3. Kecamatan Malo
4. Kecamatan Margomulyo
5. Kecamatan Ngambon
6. Kecamatan Ngasem
7. Kecamatan Ngraho
8. Kecamatan Padangan
9. Kecamatan Purwosari
10. Kecamatan Sekar
11. Kecamatan Sugihwaras
12. Kecamatan Sukosewu
13. Kecamatan Sumberrejo
14. Kecamatan Tambakrejo
15. Kecamatan Temayang
16. Kecamatan Trucuk





