Warga Tiga Desa di Bojonegoro dan Tuban Sumringah Menikmati Pembangunan Infrastruktur

Serahterima program infrastruktur EMCL.
Serah terima program akses ekonomi berupa pembangunan infrastruktur publik di tiga desa di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban yang dilaksanakan EMCL bekerja sama dengan Fospora.(ist)

SuaraBanyuurip.com – Warga tiga desa di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur, sumringah. Infrastruktur yang sudah lama mereka butuhkan telah selesai dibangun.

Ketiga desa tersebut Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, serta Desa Mentoro dan Sumurcinde di Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.

Di Desa Campurejo, warga bisa menikmati jalan lingkungan yang kondisinya lebih baik dari sebelumnya. Jalan ini menjadi akses utama dan memperlancar aktivitas warga.

Kepala Desa Campurejo, Edi Sampurno mengatakan, keberhasilan itu tak lepas dari kekompakan dan rasa tanggung jawab bersama.

“Kami belajar banyak, terutama soal transparansi. Masyarakat jadi lebih percaya diri mengelola pembangunan di desanya sendiri,” ujarnya.

Berbeda dengan Desa Campurrejo, warga di Desa Mentoro, sekarang ini semakin mudah mengangkut hasil panen mereka. Karena di desa ini telah selesai dibangun Jalan Usaha Tani (JUT), sehingga bisa mengurangi biaya angkut.

Sementara di Desa Sumurcinde, telah dibangun saluran air (vero) yang kini mengaliri area persawahan. Kebutuhan air bagi pertanian semakin mudah, sehingga petani bisa meningkatkan produksinya.

Baca Juga :   Petani Blok Cepu Relakan Sebagian Lahan untuk Pembangunan JUT dari EMCL

Semua pembangunan infrastruktur di tiga desa tersebut melibatkan masyarakat secara langsung. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawabkan.

“Program ini membangkitkan lagi semangat gotong royong yang sempat memudar. Masyarakat ikut dari awal sampai akhir, dan hasilnya betul-betul bisa dirasakan bersama,” kata Kepala Desa Sumurcinde, Karsono.

Pembangunan yang dirasakan warga di tiga desa tersebut merupakan program peningkatan akses ekonomi melalui Pembangunan dan Perbaikan Infrastruktur Publik. Program ini bentuk komitmen operator lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) untuk mendukung pembangunan desa berkelanjutan. Pelaksanaanya menggandeng Forum Studi Pengembangan Potensi Daerah (FOSPORA).

Perwakilan EMCL, Feni K. Indiharti, mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam program ini.

“Kami melihat semangat luar biasa. Warga bukan hanya penerima manfaat, tapi pelaku utama pembangunan. Inilah wujud pembangunan berkelanjutan yang kami dorong,” tutur Feni. Ia juga mengingatkan pentingnya merawat infrastruktur agar manfaatnya bertahan lama.

Senada disampaikan Makdum Rokhim, Manajer Program FOSPORA. Ia menilai serahterima program infrastruktur yang dilaksanakan, Kamis (16/10/2025), ini bukan sekadar seremoni penyerahan proyek, melainkan momentum memperkuat rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.

Baca Juga :   MCL Siapkan Rp3,5 M Untuk Puskesmas Gayam

“Melalui partisipasi langsung, warga belajar bahwa pembangunan bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan urusan bersama,” ucapnya.

Musyawarah pertanggungjawaban itu ditutup dengan komitmen bersama antara pemerintah desa, warga, dan pendamping program untuk menjaga keberlanjutan hasil pembangunan.

“Dari warga, oleh warga, dan untuk warga, semangat itu yang ingin terus kami jaga,” kata Makdum.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait