SuaraBanyuurip.com – Setelah sekian lama tertunda, akhirnya pengungkapan kesejarahan desa di wilayah Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur semakin mendekati titik terang. Pemerintah desa (pemdes) setempat mendatangkan ahli sejarah untuk mulai melakukan kajian kesejarahan Desa Sambongrejo.
“Dulu sebenarnya pernah kami upayakan, tapi waktu itu kami belum punya akses ke pakar. Baru tahun inilah kami benar-benar merasa optimis,” ujar Eko Prasetiyono, selaku Kepala Desa Sambongrejo.
Pemdes Sambongrejo pada bulan November ini telah berkomitmen dengan para pakar di bidang sejarah yang didampingi tim lokal yang memang telah memiliki jejak di bidang tersebut.
“Yang akan kami kaji bukan hanya soal kesejarahan, melainkan juga bersinggungan dengan potensi yang ada. Terutama potensi mengenai kondisi bumi di Sambongrejo,” jelas Dwi Cahyono, sejarahwan sekaligus arkeolog yang telah malang melintang di bidang tersebut.
Menurutnya, Desa Sambongrejo yang juga menjadi salah satu titik situs bumi (geo site) dipastikan merupakan kawasan yang sangat tua sebagai kawasan pemukiman.
“Bisa disebut, nanti outputnya adalah Sambongrejo memiliki tema Geo Cultural. Yakni kondisi bumi yang mempengaruhi budaya masyarakat setempat,” tambahnya.
Sementara itu Endin Didik, pegiat dan budayawan asal Tulungagung yang juga menjadi salah satu anggota tim kajian, mengaku gembira bahwa ada pemerintah desa yang memiliki inisiatif serius serta berkomitmen terhadap potensi-potensi budaya yang berkembang di desa.
“Selain soal sejarah, kami juga melakukan kajian yang berkaitan dengan obyek-obyek budaya yang berpotensi untuk dikembangkan dan dimanfaatkan,” sambungnya.
Hasil sementara dari kajian yang dilakukan menunjukkan bahwa kawasan Desa Sambongrejo adalah kawasan pemukiman sejak pra sejarah.
“Ada bukti jejak pemukiman jaman pra sejarah dan benda-benda jaman mataram kuno, yang sementara menunjukkan bahwa Desa Sambongrejo cukup strategis sebagai kawasan pemukiman,” ujar Ramon Pareno, Pemaju Kebudayaan asal Bojonegoro.
Selama tiga hari penuh, tim kajian sejarah tersebut berada di Desa Sambongrejo untuk mengumpulkan data dan bukti yang berkaitan dengan Geo-Cultural dimaksud.
“Setelah tahapan ini, kami akan mengolah datanya dengan melakukan kajian literasi. Ada beberapa prasasti jaman kerajaan yang nantinya kami uji dengan bukti-bukti yang kami dapati,” tambah pria yang juga aktif melalui Akademi Bale Parawangsa.
Rencananya, hasil kajian tersebut akan digunakan sebagai salah satu pijakan pembuatan kebijakan di Desa Sambongrejo. Sebagai catatan, Desa Sambongrejo saat ini juga sedang tahap penyusunan final program dari Kemenditi Sains Tek dalam hal konsep eco-wisata. Hal itu secara tidak langsung menunjukkan bahwa Desa Sambongrejo telah memasuki level lebih tinggi secara mandiri dalam hal pembuatan kebijakan.(red)


