SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Pagelaran seni budaya di Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (29/11/2025), sukses digelar. Komisi C DPRD Bojonegoro mengapresiasi kegiatan tersebut karena dapat melestarikan kesenian lokal, menumbuhkan ekonomi, dan memperkuat karakter generasi.
Sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro, Maftukhan mengatakan, ragam kegiatan dalam pagelaran seni budaya Kaliombo seperti karawitan, tari, jaranan, sandur menjadi bukti bahwa desa di Bojonegoro memiliki kekayaan yang tidak dimiliki daerah lain. Sehingga harus dirawat agar tetap lestari dan menguatkan karakter generasi.
“Apa yang ditampilkan dalam pagelaran seni budaya Kaliomobo selama ini sering dianggap rutinitas, padahal manfaatnya jauh lebih besar dari yang terlihat,” ujarnya saat hadir menyaksikan.
Meftukhan mengucapkn terima kasih kepada SKK Migas–Pertamina EP Cepu yang mau turun langsung mendukung pelestarian budaya, karena program seperti ini tidak hanya menghidupkan panggung, tetapi juga membuka peluang ekonomi.
“UMKM yang ikut bazar bisa merasakan perputaran uang, anak-anak muda punya ruang untuk berlatih dan tampil, dan desa mendapatkan kepercayaan diri baru,” tegas legislator Gerindra itu.
Menurut Maftukhan, desa yang kuat budayanya biasanya lebih kompak, lebih damai, dan lebih tahan menghadapi perubahan. Namun, fondasi tersebut jarang dibangun dalam program-program besar.
“Makanya, sebagai anggota DPRD, saya ingin menegaskan bahwa kegiatan seperti ini harus terus dijaga, bukan hanya karena tradisi, tapi karena masa depan desa sangat ditentukan oleh seberapa kuat masyarakat memegang identitasnya sendiri,” tegas legislator dua periode itu
“Budaya bukan milik masa lalu. Budaya adalah modal masa depan. Dan malam ini, Desa Kaliombo membuktikan bahwa masa depan itu sedang kita bangun bersama,” lanjut Maftukhan.
Pagelaran seni budaya Kaliombo didukung penuh SKK-Migas dan Pertamina EP Cepu Zona 12, operator Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB). Bersama mitra pendamping, Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro (YKIB), Pertamina EP Cepu ingin melestarikan kesenian dan budaya lokal.
Selain menggelar beragam kesenian, Pemdes Kaliombo juga melakukan deklarasi sebagai Desa Panjak.
Ketua Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro (YKIB), Muhammad Rokib mengatakan, rangkaian pagelaran seni budaya Kaliombo diawali dengan senam sehat yang diikutui ratusan peserta. Dilanjutkan hiburan, dan beberapa lomba seperti tari tradisional jenjang paud hingga sekolah dasar.
Selanjutnya kegiatan di malam hari adalah karawitan anak-anak Joyo Tirto Budoyo Laras (JTBL), serah terima progam dan deklarasi Kaliombo Desa Panjak, serta beberapa penampilan tari, jaranan, reog, hingga ditutup pertunjukan sandur.
“Kami berharap dengan adanya pagelaran seni budaya, Desa Kaliombo bisa dikenal masyarakat luas. Terutama Kaliombo adalah Desa Panjak,” jelasnya.(jk)





