Corporate Secretary PHE Kepincut Emping Girut Produk UMKM Bolo JTB

UMKM Bolo JTB.
Corporate Secretary Petamina Hulu Energi (PHE), Hermansyah Y. Nasroen (pakai kacamata) sedang mencicipi Emping Garut Produk UMKM Bolo JTB.

SuaraBanyuurip.com – Didik Jatmiko

Bojonegoro – Corporate Secretary Petamina Hulu Energi (PHE), Hermansyah Y. Nasroen mengapresiasi produk UMKM Bolo JTB, karena secara kemasan dan rasanya cukup menarik dan enak, sehingga layak dipasarkan secara luas.

“Ini namanya emping apa? Rasanya gurih, enak,” tanya Hermansyah saat mencicipi produk UMKM Bolo JTB di sela-sela lomba produk olahan sampah SHU Eco- Vation Day dalam rangkaian program Sekolah Energi Berdikari (SEB) di SMPN 1 Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (19/12/2025).

“Itu namanya Emping Garut. Garut itu jenis umbi-umbian,” jawab Ika Furi Sumiatun, (41), pelaku UMKM Bolo JTB asal Dusun Lengkong, Desa Ngasem.

Menurut Hermansyah, tekstur Emping Garut yang perlu diperbaiki, agar lebih renyah.

“Mungkin bisa lebih ditipiskan lagi. Emping itu kan biasanya tipis, dan bisa dimakan dengan Soto atau makananan lainnya,” tuturnya didampingi Senior Manager Relation Regional 4 Indonesia Timur, Sigit Dwi Aryono dan pejabat Pertamina EP Cepu Zona 12.

Hermansyah berharap produk UMKM Bolo JTB dapat terus dikembangkan agar naik kelas. Baik secara kemasan, kualitas rasa dan pemasaran.

“Kalau ada pameran di Jakarta ini perlu diikutkan. Tapi harus dipraktikan proses pembuatannya. Mulai dari umbi Garut yang digunakan, sampai berbentuk emping,” sarannya.

UMKM Bolo JTB.
Pejabat Pertamina foto bersama pelaku UMKM Bolo JTB dan pendamping program LIMA 2B.

UMKM Bolo JTB merupakan binaan Pertamina EP Cepu Zona 12, operator lapangan gas Jambaran-Tiung Biru (JTB). Para pelaku UMKM dari sekitar operasi JTB telah mendapat pelatihan produksi hingga strategi pemasaran secara online yang didampingi oleh Lembaga Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (LIMA 2B).

Produk UMKM Bolo JTB diantaranya Emping Garut Sumalla, Olahan Daun Kelor Herbasina Nutrindo, Batik Sekar Rinambat dan lain sebagainya.

“Ini ada teh daun kelor. Katanya minuman ini banyak kasiatnya. Beli satu, saya ingin mencobanya,” kata Wakil Kepala SMPN 1 Ngasem, Antun Suhono.

Ika Furi Sumiatun menunuturkan, produksi Emping Garut dilakukan secara musiman, karena keterbatasan bahan baku. Jika musim Ubi Garut, Ika mengaku bisa memproduksi 3 Kg.

“Harganya tergantung kemasannya. Ada yang 15 ribu rupiah, 50 ribu rupiah, dan 100 ribu rupiah,” jelasnya.

Ika menyatakan tidak kesulitan memasarkan hasil produk UMKM. Selain melalui online, juga berjejaring dengan pelaku UMKM lainnya yang tergabung dalam UMKM Bolo JTB.

“Selain itu kita juga mempromosikan melalui kegiatan seperti ini. Agar produk UMKM kami bisa dikenal lingkungan sekolah hingga masyarakat luas,” pungkasnya.(dik)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait