SuaraBanyuurip.com – Operator lapangan unitisasi gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), Pertamina EP Cepu Zona 12 bekerjasama dengan Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro (YKIB), Pemerintah Desa Kaliombo, Sanggar Joyo Tirto Budoyo Laras, sukses menyelenggarakan Pagelaran Seni Budaya Kaliombo Desa Panjak.
Perhelatan dilakasanakan di Lapangan Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada Sabtu, (29/11/2025), berlangsumg semarak dan meriah.
Pagelaran Seni Budaya Kaliombo Desa Panjak ini dimulai dengan senam pagi yang diikuti oleh masyarakat Desa Kaliombo, jajaran pemdes, guru-guru dari sekolah dasar, dan guru dari YKIB. Senam pagi ini dipandu oleh instruktur senam Yayuk Rere. Senam pagi bertujuan mengajak masyarakat Desa Kaliombo untuk memiliki budaya hidup sehat.
Masyarakat yang ikut senam pagi juga berkesempatan mendapatkan hadiah berupa berbagai peralatan dan kebutuhan rumah tangga sehari-hari mulai minyak goreng, gula, sabun cuci, peralatan dapur, hingga kipas angin.
“Senang sekali bisa mengikuti senam pagi yang merupakan rangkaian Pagelaran Seni Budaya Kaliombo Desa Panjak ini,” ujar Triyono, perangkat Desa Kaliombo.

Setelah itu, digelar lomba seni tari tradisional yang diikuti oleh siswa-siswi dari SD Negeri Kaliombo 1, SD Negeri Kaliombo 2, SD Negeri Kaliombo 4. Juga diikuti siswa siswi dari Paud Bugenvil 1, Paud Bugenvil 2, TK Dharma Wanita, TK Dharma Wanita Bina Putra. Selaku dewan juri yakni Frensi Agustina, dan Ikke Septiana Kusuma Dewi.
Para siswa menampilkan berbagai tari tradisional dengan sangat apik. Setelah dilakukan penjurian diperoleh hasil yakni juara 1 lomba tari tradisional jenjang SD diraih oleh SDN Kaliombo 1, juara 2 diraih oleh SDN Kaliombo 4, dan juara 3 diraih oleh SDN Kaliombo 2. Sedangkan, untuk jenjang TK/PAUD, juara 1 diraih oleh PAUD Bugenvil 2, juara 2 diraih oleh TK Dharma Wanita Bina Putra, dan juara 3 diraih oleh TK Dharma Wanita.
Penyerahan hadiah dilakukan oleh perwakilan EP Cepu, Edi Arto, dan Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Lukiswati, saat acara puncak Pagelaran Seni Budaya Kaliombo Desa Panjak pada malam harinya.
Selanjutnya, acara puncak Pagelaran Seni Budaya Kaliombo Desa Panjak digelar malam hari di Lapangan Desa Kaliombo. Warga tampak berduyun-duyun memadati lapangan Desa Kaliombo. Mereka ada yang menggelar tikar atau duduk lesehan di lapangan. Malam itu tidak hujan sehingga acara berlangsung dengan meriah. Para pelaku UMKM juga banyak yang berjualan di sekitar lapangan Desa Kaliombo.
Acara puncak Pagelaran Seni Budaya Desa Kaliombo ini dihadiri oleh Kepala Desa Kaliombo, Rohmad Edi Suyanto, Sekdin Disbudpar, Lukiswati, Plt Camat Purwosari, Teguh Aris, anggota DPRD Bojonegoro, Maftukhan, perwakilan Pertamina EP Cepu Zona 12, M Aulia Akbar, Edi Arto, dan Endra Mugi Rahayu, Ketua YKIB, Muhammad Roqib, dan Ketua Lima 2 B, Mugito.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Kaliombo, Rohmad Edi Suyanto mengatakan, pengembangan dan pelestarian kesenian terutama karawitan dan reog di Desa Kaliombo mendapatkan dukungan penuh dari Pertamina EP Cepu Zona 12 sejak tahun 2024. Pada awalnya dibentuk paguyuban kelompok seni yang diberi nama Joyo Tirto Budoyo Laras dan mendapatkan bantuan peralatan kesenian karawitan lengkap.
“Kemudian, pada tahun 2025 ini lembaga kesenian di Kaliombo diperkuat dengan legalitas hukum, mendapatkan nomor induk kesenian dari Disbudpar, dan juga nantinya ada sanggar dan perlengkapan sanggar. Semoga ke depan kesenian karawitan, jaranan, reog di Kaliombo semakin berkembang,” ujarnya.
Ia mengatakan, Kaliombo selama ini dikenal memiliki banyak pelaku seni dan pemain karawitan atau disebut panjak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini juga ditegaskan deklarasi Kaliombo sebagai desa panjak.

Sekdin Disbudpar Kabupaten Bojonegoro, Lukiswati, dalam kesempatan itu, mengatakan, Desa Kaliombo memiliki potensi kesenian dan kebudayaan yang luar biasa. Sehingga, Kaliombo dengan jelas menegaskan jati dirinya sebagai desa Panjak.
“Deklarasi Kaliombo Desa Panjak ini menunjukkan bahwa Kaliombo bertekad ingin melestarikan warisan sebagai desa dengan potensi kesenian dan kebudayaan yang besar,” tegasnya.
Menurutnya, pada tahun 2026 nanti Kabupaten Bojonegoro akan menjadi tuan rumah dalam ajang kesenian dan kebudayaan Jawa Timur. Dengan adanya ajang kesenian ini, ia berharap para pelaku seni budaya Desa Kaliombo dapat turut serta tampil membawa nama Desa Kaliombo di ajang regional. Selain itu, pagelaran kesenian seperti ini diharapkan juga dapat membawa dampak baik bagi para pelaku UMKM di Desa Kaliombo.
“Ke depan kalau bisa Kaliombo ini bisa menjadi desa wisata budaya,” ujarnya.
Perwakilan Pertamina EP Cepu Zona 12, M Aulia Akbar, dalam kesempatan itu, mengatakan, Pertamina EP Cepu Zona 12 memberikan perhatian penuh terhadap pengembangan dan pelestarian seni budaya lokal. Sebab, kata dia, di tengah arus perkembangan informasi dan budaya global yang deras, ada kecenderungan kesenian dan kebudayaan lokal seperti karawitan, jaranan, reog tersisih.
“Saya lihat anak anak di Desa Kaliombo ini sekarang bisa belajar dan berlatih gamelan di sela kegiatan sekolahnya. Ini sungguh pemandangan yang menggembirakan,” ujarnya.
Pada acara puncak pagelaran seni budaya Kaliombo Desa Panjak ini masyarakat Desa Kaliombo disuguhi dengan berbagai tampilan kesenian di antaranya tari kreasi tradisional dari guru YKIB, tampilan tari senterewe, tampilan tari barongan, dan tampilan reog yang ditampilkan oleh pelaku seni yang tergabung dalam JTBL. Pada akhir acara ada penampilan sandur dari Sanggar Sayap Jendela Bojonegoro pimpinan Sapto Priyono.(red)





