SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bojonegoro, Jawa Timur, mencatat 241 kejadian kebakaran hingga Desember 2025. Terbanyak terjadi di bulan September, sebanyak 44 kejadian.
“September kemarin merupakan puncak musim kemarau, sehingga membuat kejadian kebakaran di wilayah Bojonegoro meningkat. Sebanyak 44 kejadian,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro, Siswoyo.
Dia menjelaskan, banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kebakaran. Misalnya korsleting listrik, kebocoran gas elpiji hingga kebakaran yang disebabkan karena membakar sampah sembarangan.
“Dan musim kemarau menjadi faktor pendukung adanya kebakaran, karena cuaca kering. Secara keseluruhan hingga November sebanyak 236 kejadian kebakaran,” jelasnya, Selasa (23/12/2025).
Menurut Siswoyo jenis kebakaran di Bojonegoro didominasi kebakaran lahan sebanyak 58 kejadian. Kemudian diurutan kedua kebakaran rumah sebanyak 44 kejadian.
“Kami tetap mengimbau kepada masyarakat meski kemarau sudah usai, potensi kebakaran bakal terjadi. Terpenting jangan meninggalkan kompor dalam keadaan masih menyala di dalam rumah,” terangnya.
Siswoyo menambahkan, untuk korban jiwa akibat kebakaran berdasar laporan terdapat satu kejadian, yakni di Kecamatan Temayang. Sedangkan pertengahan Desember kemarin, seorang kakek sala Desa Karangsono, Kecamatan Dander meninggal karena terbakar di dalam rumah tidak dilaporkan ke damkar.
“Sehingga kami hanya mencatat korban yang terbakar terjebak bersama motornya di Temayang,” terangnya.(jk)






