FKH Unair Luncurkan Desa Pelembon Jadi Sentra Peternakan Bebek di Bojonegoro

Beternak bebek
Dekan FKH Unair, Prof. Dr. Lilik Maslachah, drh., M.Kes.(ke tiga dari kiri) dan Wabup Nurul Azizah menyerahterimakan modal awal ternak bebek kepada penerima manfaat di Desa Pelembon, Kecamatan Kanor.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, meluncurkan Desa Pelembon, Kecamatan Kanor, menjadi sentra peternakan bebek di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Upaya tersebut digerakkan melalui program pendampingan yang menyasar langsung para peternak bebek desa setempat.

‎Program pengabdian kepada masyarakat ini resmi dimulai melalui pelatihan sekaligus peluncuran kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yaitu Senin-Selasa, 26–27 Januari 2026. Puluhan warga yang menggantungkan hidup dari beternak bebek antusias mengikuti rangkaian kegiatan di Balai Desa Pelembon.

‎Pada tahap awal peluncuran program, sebanyak 20 warga binaan menerima bantuan berupa 17 ekor bebek, uang tunai, serta pakan ternak sebagai modal awal pengembangan usaha peternakan bebek di Desa Pelembon. Serah terima berlangsung secara simbolis.

‎Dekan FKH Unair, Prof. Dr. Lilik Maslachah, drh., M.Kes., mengatakan, pendampingan difokuskan pada penguatan kapasitas peternak, mulai dari manajemen pakan berbasis standar nutrisi hingga pemanfaatan obat-obatan tradisional untuk menjaga kesehatan ternak.

‎“Dalam program ini kami mengerahkan sekitar 40 doktor dan dosen FKH Unair untuk mengawal langsung kegiatan pendampingan peternak bebek di Desa Pelembon,” kata Prof. Lilik Maslachah saat peluncuran program.

‎Menurutnya, Desa Pelembon ditetapkan sebagai pilot project pengembangan peternakan bebek yang akan dijalankan secara berkelanjutan selama lima tahun ke depan.

‎Letak geografis desa yang berada di kawasan pinggiran aliran Bengawan Solo dinilai sangat potensial untuk pengembangan usaha peternakan bebek.

‎Pihaknya menargetkan Desa Pelembon tidak hanya sebagai sentra peternakan bebek, tetapi juga pusat pengembangan produk olahannya.

‎”Program ini kami kawal lima tahun agar benar-benar berdampak pada kemandirian ekonomi desa,” ujarnya.

‎”Kami memberikan apresiasi atas keterlibatan FKH Unair dalam mendukung penguatan sektor peternakan di Bojonegoro,” ungkap Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang hadir mewakili Bupati Setyo Wahono.

‎Perempuan santun dan ramah ini menilai, program pendampingan tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, khususnya melalui Program Gayatri dan Domba Kesejahteraan yang selama ini digulirkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

‎“Program dari FKH Unair ini sangat selaras dengan arah kebijakan Pemkab Bojonegoro di bidang peternakan,” tegas Nurul Azizah.

‎Wakil bupati asal Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander ini berharap, pendampingan yang dilakukan tidak berhenti pada bantuan fisik saja, melainkan juga mampu memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan ekonomi warga.

‎“Yang terpenting bukan hanya bantuan ternaknya, tetapi juga transfer pengetahuan dan pola pikir baru dalam pengelolaan peternakan, khususnya beternak bebek,” tandasnya.(fin)

Pos terkait