Sensus Ekonomi Bojonegoro Dimulai, Wabup Nurul Ingatkan Petugas Minta Data Lengkap dari Responden

Wabup Bojonegoro.
Wabup Bojonegoro, Nurul Azizah.

SuaraBanyuurip.com – Sebanyak 1.479 petugas sensus ekonomi akan melakukan survei ke rumah warga mulai 15 Juni hingga 1 Agustus 2026. Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah berpesan kepada petugas sensus agar meminta data secara utuh dari responden yang akan disurvei agar dapat diketahui tingkat kesejahteraannya.

“Masyarakat juga perlu diberikan pemahaman bahwa sensus ekonomi tidak berkaitan dengan pajak, melainkan untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat,” kata Wabup Nurul saat membuka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi dan Deklarasi Komitmen Bersama Mendukung Sukses Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Bojonegoro, Jumat (12/6/2026), di Ballroom Hotel Dewarna.

Wabup Nurul menjelaskan, sensus ekonomi dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Data dasar sensus ekonomi dilakukan pada tahun 2010, kemudian dilaksanakan kembali pada tahun 2016 dan tahun 2026 ini kembali dilakukan sensus ekonomi yang datanya disuguhkan secara nasional.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bojonegoro pada Triwulan I Tahun 2026 dibandingkan Triwulan I Tahun 2025 tercatat sebesar 0,02 persen. Penurunan ini dipengaruhi turunnya sektor migas sebesar 8,72 persen sehingga mempengaruhi indikator pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga :   Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro Berangkatkan Rombongan Arus Balik Gratis

“Sedangkan kabupaten lain tidak masuk indikator migasnya,” tegasnya.

Sedangkan di sektor pertanian naik 14,2 persen. Sehingga berdampak pada sektor lain, seperti sektor makanan dan minuman juga naik.

“Seandainya sektor pertanian tidak naik maka kita berada di minus. Maka, di sini baru bisa dilihat ada perimbangan naik dari pertanian dan berdampak dari jasa lainnya, juga dari sektor kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro Syawaluddin Siregar menyampaikan, jumlah total petugas Sensus Ekonomi 2026 mencapai 1.479 orang. Pelatihan petugas dilaksanakan di tiga hotel, yakni Hotel Aston, Eastern dan Dewarna.

Syawaluddin menjelaskan, pendataan akan dilakukan secara masif mulai 15 Juni hingga 1 Agustus 2026. Pelatihan tersebut bertujuan menjamin standarisasi kompetensi petugas sehingga data yang terkumpul sesuai dengan kebutuhan.

“BPS juga mengapresiasi Bupati, Wakil Bupati Bojonegoro dan jajaran Pemkab atas komitmen dan dukungan dalam tahapan Sensus Ekonomi 2026, serta memfasilitasi penyebarluasan publikasi Sensus Ekonomi 2026. Penguatan sensus ekonomi hingga ke camat dan lurah yang mendukung penuh sensus ekonomi 2026 demi data resmi Indonesia dan Bojonegoro yang berkualitas,” ungkapnya.

Baca Juga :   Cegah ASN Cerai, BKD Blora Imbau Foto Keluarga Pajang di Meja Kantor

Syawaluddin menambahkan, dalam 2,5 bulan ke depan BPS kembali meminta dukungan berupa keberlanjutan keteladanan tokoh daerah. BPS juga berharap Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro menjadi pihak pertama yang didata oleh petugas sensus.

Kepada seluruh petugas, Syawaluddin berpesan agar selalu menjaga integritas selama menjalankan tugas di lapangan.

“Untuk petugas jaga integritasnya, tidak ada data direkayasa atau dimanipulasi, jaga kesehatan dan keselamatan. Dengan semangat kita wujudkan Sensus Ekonomi sukses mencatat ekonomi Bojonegoro. Selamat bertugas, jaga integritas, semangat dan kesehatan di lapangan,” pungkasnya.

Pembukaan dan pelatihan ini mengusung tema “Menyatukan Langkah, Menguatkan Komitmen Bersama”. Acara juga diakhiri dengan penandatanganan pakta komitmen antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan BPS Bojonegoro sebagai bentuk dukungan bersama terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait